Diguyur Hujan, Jemaah Salat Id di Taram Meluber hingga Halaman Masjid

Diguyur-Hujan-Jemaah-Salat-Id-di-Taram-Meluber-hingga-Halaman-Masjid.jpg
Pelaksanaan Salat Idulfitri di Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, pada Sabtu, 21 Maret 2026. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, LIMAPULUH KOTA - Pelaksanaan Salat Idulfitri di Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, pada Sabtu, 21 Maret 2026 terpaksa dialihkan dari lapangan terbuka ke dalam masjid akibat hujan yang mengguyur sejak pagi hari.

Sejak subuh, cuaca di wilayah tersebut sudah tampak mendung. Rencana awal, salat Id akan digelar di lapangan terbuka dekat Surau Tuo, Taram, yang biasa menampung ribuan jemaah setiap tahunnya. 

Namun, hujan yang turun membuat panitia dan masyarakat harus segera mengambil keputusan untuk memindahkan lokasi ibadah ke Masjid Baitul Kiramah yang berada tidak jauh dari lokasi lapangan.

Ribuan warga yang sudah bersiap dengan perlengkapan salat, seperti sajadah dan mukena, tampak berbondong-bondong menuju masjid.

Kondisi tersebut membuat kapasitas Masjid Baitul Kiramah tidak mampu menampung seluruh jemaah.

Akibatnya, sebagian masyarakat terpaksa melaksanakan salat di luar area masjid. Mereka tetap khusyuk menjalankan ibadah meski harus berdiri di halaman hingga ke pinggir jalan dengan beralaskan sajadah masing-masing.


"Sebenarnya kami sudah siap salat di lapangan, tapi karena hujan turun cukup deras, akhirnya dialihkan ke masjid. Walaupun tidak kebagian tempat di dalam, kami tetap bersyukur masih bisa melaksanakan salat Id bersama," ujar salah seorang warga, Rudi di lokasi.

Hal serupa juga disampaikan oleh warga lainnya yang mengaku tetap merasa khidmat meski harus beribadah di luar ruangan. 

“Yang penting bisa salat berjamaah di hari kemenangan. Hujan ini mungkin juga jadi berkah,” ungkap Siti (38).

Sementara itu, panitia pelaksana mengungkapkan bahwa keputusan pemindahan lokasi diambil demi kenyamanan dan keselamatan jemaah. 

"Kami melihat kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk tetap di lapangan. Jadi, kami arahkan ke masjid dan sekitarnya. Alhamdulillah pelaksanaan tetap berjalan lancar," kata salah satu panitia.

Diketahui, pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri di wilayah tersebut tahun ini berlangsung dalam dua tahap. Sebagian masyarakat telah lebih dahulu merayakan Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026 dengan cuaca yang relatif cerah. 

Sementara itu, kelompok lainnya melaksanakan salat Id pada Sabtu, 21 Maret 2026 justru diwarnai cuaca mendung dan hujan.

Perbedaan waktu pelaksanaan tersebut tidak mengurangi semangat masyarakat dalam merayakan hari kemenangan. Baik yang melaksanakan lebih awal maupun yang mengikuti pada hari berikutnya, suasana kebersamaan dan kekhusyukan tetap terasa kuat di tengah masyarakat Taram.