RIAU ONLINE, PEKANBARU - Meskipun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Riau, jumlah titik panas (hotspot) di daerah ini masih tergolong tinggi.
Berdasarkan data terbaru dari BMKG terpantau sebanyak 56 hotspot di Riau, tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak yakni Kabupaten Rokan Hilir dengan 26 titik, disusul Kabupaten Pelalawan (7), Kabupaten Indragiri Hulu (7), Kabupaten Siak (5), serta wilayah lain seperti Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir, Dumai, Bengkalis, dan Pekanbaru masing-masing mencatat antara 1–3 titik panas, Sabtu, 26 Juli 2025.
Secara keseluruhan, total hotspot di wilayah Sumatera tercatat 231 titik, dengan Riau menjadi salah satu provinsi dengan sebaran titik panas terbanyak, bersama Jambi (36), Sumatera Selatan (36), dan Bangka Belitung (37).
Kondisi cuaca yang dinamis turut mewarnai situasi di lapangan. BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Riau, terutama pada pagi, sore, malam, atau dini hari.
Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, dan Indragiri Hulu.
Suhu udara di Riau berkisar antara 23,0–34,0 °C, dengan kelembaban relatif tinggi mencapai 97%. Arah angin bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10–30 km/jam.
Sementara itu, gelombang laut di wilayah perairan Riau diprakirakan berada pada kisaran rendah, yakni antara 0,5 hingga 1,25 meter.
BMKG mengimbau masyarakat dan pihak terkait tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meskipun hujan telah mulai turun, mengingat sebagian wilayah masih mengalami cuaca panas dan kering yang memungkinkan kemunculan kembali titik api.

