Muflihun Minta Lelang Operator Angkutan Sampah Tuntas Sebelum Akhir Tahun

Muflihun110.jpg
Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, Indra Pomi Nasution (LARAS OLIVIA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU-Pengakutan sampah di Kota Pekanbaru tahun 2024 masih melibatkan operator angkutan swasta. Lelang operator angkutan sampah pun harus tuntas sebelum kerjasama dengan operator lama berakhir.

 

Dua operator angkutan sampah saat ini di Kota Pekanbaru yaitu PT Ella Pratama Perkasa dan PT Samhana Indah. Kontrak kerjasama keduanya dengan pemerintah kota berakhir pada 31 Desember 2023.

 

Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Muflihun tidak ingin sampah menumpuk jelang peralihan operator angkutan sampah. Apalagi saat ini masih terlihat tumpukan akibat keterlambatan pengangkutan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS).

 

Dirinya mendorong agar Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru bisa gerak cepat dalam menggelar lelang. Proses lelang harus tuntas tepat waktu agar sampah tidak menumpuk lagi.

 

"Kita ingin Pekanbaru yang bersih, jangan sampai ada sampah yang menumpuk lagi," tegasnya, Selasa 12 Desember 2023.

 


Muflihun menyampaikan bahwa pemerintah kota belum bisa menerapkan swakelola pengangkutan sampah. Ia menyebut biaya pengangkutan sampah secara swakelola terbilang tinggi.

 

Pemerintah kota sudah melakukan penghitungan anggaran swakelola dengan tenaga ahli. Anggarannya malah boros Rp 20 miliar sedangkan anggaran pemerintah kota terbatas.

 

"Anggarannya besar, malah di atas nilai saat ini. Kita tidak sanggup. Mungkin di tahun 2025, kita kembali ke kecamatan" paparnya.

 

Pengelolaan angkutan sampah masih terbagi tiga zona tahun depan. Zona I dan Zona II masih diangkut pihak swasta sedangkan Zona III secara swakelola.

 

Swakelola merupakan bentuk uji coba di zona III yakni wilayah Rumbai. Ia menyebut Rumbai meliputi Kecamatan Rumbai, Kecamatan Rumbai Barat dan Kecamatan Rumbai Timur.