RIAU ONLINE, MALAYSIA — Seni dan warisan budaya Melayu kembali mempertemukan seniman lintas negara melalui pementasan teater Bangsawan Beting Beras Basah yang diselenggarakan oleh Pertubuhan Warisan Moraza di Istana Budaya, Kuala Lumpur, pada 30 dan 31 Oktober serta 1 November 2026.
Pementasan ini menjadi salah satu peristiwa kebudayaan yang mempertemukan pelaku seni, tokoh masyarakat, dan kalangan diraja dalam sebuah ruang pertunjukan. Produksi berskala besar ini melibatkan ratusan orang dalam keseluruhan proses produksi, mulai dari pemeran, pengarah, pekerja artistik, hingga tenaga teknis yang bekerja di balik layar.
Salah satu kelompok seni yang turut mengambil bagian dalam produksi ini adalah Rumah Budaya Tengku Mahkota (RB Tengku Mahkota) dari Pekanbaru, Provinsi Riau, Indonesia. Kehadiran kelompok ini menjadi bagian dari kolaborasi seni Indonesia–Malaysia sekaligus membawa keterlibatan seniman Riau dalam pengembangan dan pelestarian Teater Bangsawan Melayu.
Pementasan Beting Beras Basah mendapat kehormatan dengan kehadiran sejumlah tamu VVIP, tokoh pemerintahan, dan keluarga diraja.
Di antara tamu kehormatan yang hadir adalah Timbalan Perdana Menteri Malaysia I, Datuk Seri Ahmad Zahid bin Hamidi, Duli Yang Maha Mulia Raja Permaisuri Perak, Kebawah Duli Paduka Baginda Tengku Ampuan Pahang, Orang Besar Negeri Perak, ahli-ahli Majelis Kerajaan Negeri Perak, serta kerabat diraja Negeri Perak.
Kehadiran para tokoh tersebut memberikan dimensi tersendiri bagi penyelenggaraan pertunjukan. Seni tradisional tidak hanya hadir sebagai tontonan, tetapi juga memperoleh ruang pertemuan dengan berbagai unsur masyarakat dan institusi yang memiliki peran dalam kehidupan kebudayaan.
Bagi seluruh seniman yang terlibat, kesempatan menghadirkan karya di hadapan para tamu kehormatan merupakan pengalaman dan kebanggaan tersendiri.
Pemilihan Istana Budaya sebagai tempat penyelenggaraan memberikan nilai penting bagi produksi Beting Beras Basah. Gedung ini merupakan salah satu pusat seni pertunjukan utama Malaysia yang dikenal dengan fasilitas panggung profesional dan standar produksi internasional.
Istana Budaya menjadi ruang bagi berbagai karya seni pertunjukan, mulai dari teater, musikal, opera, hingga pertunjukan tradisional. Berada di panggung ini menjadi pengalaman penting bagi para seniman, terutama bagi kelompok seni yang datang dari luar Malaysia.
Bagi RB Tengku Mahkota, keterlibatan dalam produksi ini bukan sekadar kesempatan tampil di gedung pertunjukan bergengsi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk mengenal sistem kerja produksi berskala besar, membangun jaringan kesenian, dan memperluas pengalaman artistik.
Hal menarik dari pementasan Beting Beras Basah adalah latar cerita yang berada di Pekan Tua, Kampar, Riau. Latar tersebut menghadirkan kedekatan geografis dan kebudayaan bagi para seniman yang berasal dari Pekanbaru. Cerita Melayu yang dihadirkan di atas panggung menjadi ruang untuk mempertemukan kembali ingatan sejarah, nilai adat, bahasa, dan identitas kebudayaan.
Melalui karakter dan konflik dramatik, sejarah tidak hanya disampaikan sebagai informasi, tetapi dihidupkan melalui tubuh aktor, dialog, ekspresi, musik, dan estetika panggung.
Bagi seniman Riau, keterlibatan ini memiliki makna khusus. Mereka tidak hanya memainkan sebuah cerita, tetapi turut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kembali kekayaan sejarah Melayu melalui seni pertunjukan.
Dalam produksi ini, Muhammad Rezza Akmal, Pimpinan Rumah Budaya Tengku Mahkota, mendapat kepercayaan memerankan tokoh Megat Terawis. Sementara itu, Arif Nurhakim memerankan Bendahara Tun Ishak Barakah dan M. Khadafie memerankan Tun Sangsura.
Keterlibatan ini memperlihatkan kontribusi kelompok seni asal Pekanbaru dalam produksi yang mempertemukan berbagai latar belakang dan pengalaman berkesenian.
Muhammad Rezza Akmal menyampaikan bahwa kesempatan tersebut merupakan sebuah kehormatan sekaligus pengalaman penting bagi perjalanan Rumah Budaya Tengku Mahkota.
“Bagi kami, ini bukan sekadar kesempatan untuk tampil di Istana Budaya. Ini adalah kesempatan untuk membawa semangat dan identitas kebudayaan Melayu Riau ke ruang yang lebih luas. Terlebih, cerita yang diangkat memiliki latar Pekan Tua, Kampar, yang mempunyai kedekatan sejarah dan kebudayaan dengan daerah asal kami,” ungkap Rezza.
“Kami datang untuk berkolaborasi, belajar, dan saling bertukar pengalaman. Kami berharap pertemuan ini tidak berhenti pada satu produksi, tetapi menjadi awal dari hubungan yang lebih panjang antara seniman Riau dan Malaysia,” sambungnya.
Rezza juga menyampaikan apresiasi kepada Pertubuhan Warisan Moraza, khususnya Datin Anne Zahurin selaku pengarah dan sutradara, atas kepercayaan yang diberikan kepada RB Tengku Mahkota untuk menjadi bagian dari produksi tersebut.
Menurutnya, kolaborasi lintas negara seperti ini memiliki arti penting dalam menjaga kesinambungan seni pertunjukan Melayu.
“Tradisi tidak akan terus hidup jika hanya disimpan sebagai kenangan. Ia membutuhkan ruang untuk dipelajari, dimainkan, dikembangkan, dan diwariskan. Karena itu, kami sangat mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada kami untuk menjadi bagian dari perjalanan Beting Beras Basah,” tambahnya.
Ia berharap hubungan baik ini dapat terus berlanjut melalui berbagai kerja sama seni dan kebudayaan pada masa mendatang.
Keterlibatan RB Tengku Mahkota dalam Beting Beras Basah menjadi bagian dari perjalanan kelompok tersebut dalam merawat dan mengembangkan Teater Bangsawan Melayu Riau.
Pertemuan dengan para seniman Malaysia memberikan kesempatan untuk memperluas wawasan, memperkaya pengalaman artistik, dan memperkuat hubungan antarkomunitas seni.
Lebih dari sekadar sebuah pementasan, kolaborasi ini memperlihatkan bahwa warisan Melayu memiliki ruang yang luas untuk terus berkembang melalui kerja bersama.
Dari Pekanbaru, Riau, menuju Kuala Lumpur, Malaysia, para seniman bertemu dalam satu panggung dengan semangat yang sama: menjaga warisan, merawat identitas, dan memastikan seni pertunjukan Melayu tetap hidup bagi generasi mendatang.
Sebab kebudayaan tidak hanya diwariskan melalui cerita, tetapi juga melalui keberanian untuk terus menghidupkannya.

