RIAU ONLINE, PEKANBARU – Pengerjaan drainase di Jalan Dharma Bakti, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, dikeluhkan warga. Proyek yang telah berlangsung lebih dari dua bulan itu hingga kini belum juga rampung.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas warga, terutama masyarakat yang tinggal maupun menjalankan usaha di sepanjang lokasi pengerjaan.
Endi, warga sekitar, mengatakan pengerjaan drainase tersebut sudah berlangsung cukup lama. Namun, hingga Kamis, 8 Oktober 2026, pekerjaan belum menunjukkan tanda-tanda selesai.
"Ini sudah berbulan-bulan, tapi belum juga selesai. Kalau tidak salah sudah dua bulan lebih," tutur Endi, Kamis 8 Oktober 2026.
Menurutnya, kondisi jalan semakin tidak nyaman karena material tanah dan lumpur digunakan di sekitar area pengerjaan. Saat kondisi basah, permukaan jalan menjadi licin dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
"Ini juga bekas galian ditimbun pakai tanah lumpur, jadi makin licin jalanan," sesalnya.
Selain mengganggu mobilitas warga, pengerjaan drainase juga membuat badan Jalan Dharma Bakti menjadi lebih sempit. Kondisi tersebut semakin terasa karena pekerjaan dilakukan dari dua arah.
Pantauan Riau Online, sejumlah material dan perlengkapan proyek, seperti kayu dan papan, terlihat tergeletak di pinggir jalan. Aktivitas kendaraan maupun warga yang melintas pun harus menyesuaikan dengan kondisi jalan yang menyempit akibat pengerjaan.
"Kami berharap pengerjaan ini diselesaikan secepatnya, semakin lama pengerjaan semakin banyak kerugian warga," tutupnya.

