RIAU ONLINE, PEKANBARU - Keterlambatan komika asal Ternate, Ali Akbar, tiba di Pekanbaru tak menyurutkan antusiasme penonton yang menunggu penampilannya dalam Grand Final Comic League Season (CLS) 4.
Begitu nama Ali Akbar dipanggil untuk naik ke atas panggung, suasana di lantai 3 Fox Hotel Pekanbaru, Sabtu, 26 September 2026 malam, langsung berubah riuh.
Sorak-sorai dan tepuk tangan penonton menggema menyambut kehadiran komika yang didapuk sebagai special guest star tersebut.
Ali Akbar menjadi salah satu penampil yang paling dinantikan dalam malam puncak Comic League Season 4. Meski datang terlambat ke Pekanbaru, kemunculannya di atas panggung justru mendapat sambutan hangat dari para penonton yang sejak awal mengikuti rangkaian acara.
"Terlambat pesawat guys, aduh. Pesawat ke Pekanbaru harusnya jam 15.00 WIB. Harusnya Garuda terminal 3, tapi saya Stanby di Terminal 1. Sampai waktu mau boarding loh, kok tidak ada Pekanbaru, saya lihat tiket lagi, laah ternyata terminal 3," ujar Ali Akbar dalam akun Medsos Instagram Pribadinya @alyakbar___
"Saya lari ke terminal 3, ternyata terlambat, Gobl*k.. gobl*k, jadinya baru berangkat lagi nanti malam, huh. Semoga masih bisa terkejar, kalau tidak pesawat langsung mendarat di panggung deh," lanjutnya.
Grand Final Comic League Season 4 berlangsung mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Acara tersebut menjadi panggung penentuan bagi para komika yang telah melewati rangkaian kompetisi sebelum akhirnya menyisakan nama-nama terbaik untuk memperebutkan gelar juara.
Selain menghadirkan Ali Akbar, malam grand final juga diramaikan oleh sejumlah komika dan pengisi acara. Penonton disuguhkan pertunjukan komedi dalam suasana yang penuh tawa, sorakan, dan dukungan terhadap para finalis.
Dalam kompetisi tersebut, Andri Saputro akhirnya keluar sebagai juara pertama Comic League Season 4. Sementara posisi juara kedua diraih oleh Wahyu Andesta.
Keduanya tampil sebagai dua komika terbaik yang berhasil mencuri perhatian dalam perjalanan kompetisi hingga malam grand final.
Nama Andri dan Wahyu menjadi dua sosok yang paling disorot pada malam penentuan. Keduanya harus melewati persaingan dengan finalis lainnya sebelum akhirnya menempati posisi teratas.
Tak hanya penampilan para finalis, kemeriahan grand final juga semakin terasa dengan hadirnya jajaran dewan juri yang terdiri dari Buha Manik, Megi Irawan, dan Andika Savin. Ketiganya bertugas memberikan penilaian terhadap penampilan para komika yang tampil di babak final.
Sementara jalannya acara dipandu oleh Frans Sticker dan Esa Khairi sebagai pembawa acara.
Kehadiran Ali Akbar kemudian menjadi salah satu klimaks hiburan pada malam tersebut. Saat komika asal Ternate itu naik ke panggung, respons penonton menunjukkan bahwa kehadirannya memang menjadi salah satu yang ditunggu.
Sorakan penonton bahkan langsung menggema di ruangan ketika Ali Akbar muncul di hadapan mereka.
Keterlambatannya tiba di Pekanbaru pun seolah terbayar setelah dirinya mendapat sambutan meriah dari penonton.
Grand Final Comic League Season 4 bukan hanya menjadi ajang penentuan juara, tetapi juga menjadi ruang bagi para komika untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan penonton secara langsung.
Dengan atmosfer kompetisi yang berpadu dengan hiburan, malam puncak tersebut berlangsung semarak hingga acara berakhir.
Andri Saputro pun resmi menyandang gelar juara pertama Comic League Season 4, disusul Wahyu Andesta sebagai juara kedua.

