Dikepung Asap, DPRD Pekanbaru Dorong Layanan Kesehatan Jemput Bola ke Permukiman

Aidhil-Nur-Putra6.jpg
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Aidhil Nur Putra. (HERIANTO WIBOWO/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Kepungan asap yang kembali menyelimuti Kota Pekanbaru dan menurunkan kualitas udara membuat akses pelayanan kesehatan menjadi perhatian. Di tengah meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru didorong untuk mendekatkan pelayanan kesehatan langsung ke permukiman warga.

Dorongan tersebut disampaikan Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Aidhil Nur Putra. Ia meminta Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru bersama Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) menerapkan pola pelayanan jemput bola, terutama di kawasan permukiman yang jauh dari fasilitas kesehatan.

Menurut Aidhil, langkah tersebut penting untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pemeriksaan dan penanganan kesehatan di tengah kondisi udara yang belum membaik.

"Kita mendorong pelayanan kesehatan hadir ke permukiman warga agar masyarakat cepat mendapat pelayanan kesehatan. Sekarang kan kualitas udara menurun akibat paparan asap, tentu potensi penyakit pernapasan akan banyak," tegas Aidhil yang juga Ketua Fraksi NasDem DPRD Pekanbaru, Senin 21 Februari 2026.

Ia mengatakan, pelayanan kesehatan dapat dilakukan dengan mendatangi sejumlah titik permukiman warga secara berkala. Dengan begitu, masyarakat tidak harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan.



Aidhil menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena paparan asap dan memburuknya kualitas udara berpotensi meningkatkan gangguan kesehatan, khususnya penyakit pernapasan.

Data sementara Dinas Kesehatan Pekanbaru mencatat 5.587 kasus ISPA. Jumlah tersebut dikhawatirkan masih dapat bertambah apabila kualitas udara di Kota Pekanbaru belum menunjukkan perbaikan.

"Jumlah kasus semakin bertambah ini. Jadi kalau pelayanan dihadirkan dekat dengan masyarakat tentu potensi untuk penanganan terkait ISPA ini lebih cepat diakses," paparnya.

Selain mempercepat penanganan, Aidhil menyebut pelayanan kesehatan yang hadir langsung di tengah masyarakat juga memberikan kemudahan, khususnya bagi warga yang tinggal cukup jauh dari Puskesmas.

Ia berharap instansi terkait segera mempertimbangkan pelayanan kesehatan secara berkala di titik-titik permukiman yang membutuhkan.

"Pelayanan seperti 'jemput bola' ini lebih terasa di titik-titik permukiman yang jauh dari Puskesmas. Tentu kita mendorong instansi terkait untuk menerapkan pelayanan ini," tukasnya.