Dekat Perpustakaan, KAMMI Riau Kecam Aksi DJ di Kuliner Malam Cut Nyak Dien

Pasar-Kuliner-Cut-Nyak-Dien-5.jpg
Pasar Kuliner Cut Nyak Dien Pekanbaru (HERIANTO WIBOWO/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Kehadiran hiburan Disc Jockey (DJ) di kawasan Pasar Kuliner Malam Cut Nyak Dien, Kota Pekanbaru, terus menuai sorotan dari berbagai kalangan masyarakat.

Kali ini, kritik datang dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Riau yang menilai konsep hiburan tersebut perlu dievaluasi agar tetap selaras dengan karakter budaya Melayu Riau.

Ketua KAMMI Riau, Febri, mengatakan kawasan Cut Nyak Dien bukan sekadar ruang publik biasa, melainkan memiliki nilai simbolik yang erat dengan dunia pendidikan dan literasi masyarakat Riau.

Menurutnya, lokasi tersebut berada berdekatan dengan Pustaka Wilayah Riau yang selama ini menjadi simbol pendidikan dan literasi di daerah.

“Kawasan Cut Nyak Dien di Kota Pekanbaru memiliki nilai yang lebih dari sekadar ruang publik biasa. Ia berdekatan dengan Pustaka Wilayah Riau, simbol literasi dan pendidikan masyarakat Riau,” ujar Febri, Selasa 19 Mei 2026.

Ia menegaskan, pihaknya tidak menolak hiburan maupun kreativitas anak muda. Namun, konsep hiburan yang ditampilkan di ruang publik tetap harus memperhatikan karakter daerah dan nilai budaya Melayu yang selama ini dijunjung masyarakat Riau.


“Belakangan hadir hiburan DJ di sana. Kita tidak anti terhadap hiburan, bukan pula karena menolak kreativitas anak muda, tapi kesesuaian antara konsep hiburan dengan karakter daerah Riau harus dijaga bersama,” katanya.

Menurut Febri, masih banyak bentuk hiburan lain yang dapat ditampilkan oleh pelaku usaha tanpa harus meninggalkan identitas budaya lokal.

“Masih banyak hiburan dan kreativitas lain yang bisa ditampilkan oleh pemilik usaha di sana,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan agar persoalan tersebut menjadi perhatian bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah sebelum konsep hiburan serupa semakin meluas di ruang-ruang publik lainnya.

“Hal ini harus menjadi perhatian bersama. Apakah kita akan tunggu besok ada hiburan DJ di sebelah ruang-ruang ibadah umat beragama di Kota Pekanbaru baru kita bersuara,” tegasnya.

Karena itu, KAMMI Riau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengingatkan para penyewa dan pelaku usaha di kawasan Cut Nyak Dien agar menghadirkan konsep hiburan yang lebih sesuai dengan budaya Melayu Riau.

“KAMMI Riau mengajak elemen masyarakat untuk sama-sama mengingatkan penyewa di Cut Nyak Dien agar mengganti model hiburan lain yang lebih menyesuaikan dengan karakter dan budaya Melayu Riau,” pungkasnya.