RIAU ONLINE, PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan lahan seluas delapan hektare untuk pembangunan ruang terbuka publik di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Ujung, Kecamatan Rumbai. Kawasan tersebut dirancang menjadi area aktivitas masyarakat sekaligus ruang hijau baru di pusat kota.
Namun, rencana pembangunan itu justru menuai beragam tanggapan dari warga. Sejumlah warga menilai pemerintah seharusnya lebih dulu menyelesaikan persoalan banjir yang hingga kini masih kerap terjadi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Ujung.
Warga Rumbai, Febri mengatakan kondisi jalan di kawasan tersebut masih sering tergenang saat hujan deras turun. Menurutnya, persoalan banjir seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah sebelum membangun ruang publik baru.
“Kalau hujan deras, jalan di sana masih sering tergenang. Harusnya persoalan banjir dulu yang dibereskan, baru bikin ruang terbuka,” ujarnya, Senin 11 Mei 2026.
Ia menyebut pembangunan ruang terbuka di kawasan yang masih rawan banjir seperti sebuah lelucon.
“Ini lucu juga, banjir belum selesai tapi sudah mau bikin ruang terbuka. Takutnya nanti jadi ruang terbuka yang ikut tergenang air,” katanya.
Warga berharap Pemko Pekanbaru bersama Pemerintah Provinsi Riau lebih fokus membenahi drainase dan mengatasi banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, terutama di kawasan Sudirman Ujung yang merupakan akses penting menuju Rumbai.
“Jangan sampai masyarakat melihat pembangunan ini hanya pencitraan. Yang paling dirasakan warga sekarang itu banjir dan jalan rusak,” tutupnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanahan Kota Pekanbaru, Mardiansyah menyebut lahan milik Pemko di kawasan tersebut akan dimanfaatkan sebagai ruang publik yang dapat digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas.
“Lahan pemko di kawasan ini luasnya sekitar delapan hektare. Nantinya akan dibangun open space atau ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya di sela penertiban bangunan liar.
Menurutnya, kawasan di sisi kiri dan kanan Jalan Jenderal Sudirman setelah Jembatan Siak IV itu nantinya akan ditata menjadi ruang publik yang representatif. Pemko juga merencanakan sejumlah fasilitas penunjang, termasuk sarana olahraga bagi masyarakat.

