Usai Rohil, Kini Rohul Bergejolak: Rumah Diduga Bandar Sabu Dibakar Warga

Demo-Jilid-II-di-Rantau-Kopar-Massa-Bakar-Rumah-Diduga-Milik-Bandar-Narkoba.jpg
Massa aksi membakar rumah yang diduga milik bandar narkoba pada Jumat, 8 Mei 2026 malam. (Tangkapan Layar)

RIAU ONLINE, ROHUL - Gelombang kemarahan masyarakat terhadap maraknya peredaran narkoba di Provinsi Riau kembali pecah. Setelah aksi serupa terjadi di Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), kini warga di Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), meluapkan kekecewaan mereka dengan membakar rumah yang diduga milik bandar sabu, Sabtu , 9 Mei 2026.

Peristiwa tersebut sontak menjadi perhatian publik setelah video aksi pembakaran itu beredar luas di media sosial. Bahkan, sejumlah warga melakukan siaran langsung melalui aplikasi TikTok saat kejadian berlangsung. Tayangan live tersebut ditonton ratusan pengguna media sosial dan memicu beragam reaksi dari masyarakat.

Dalam video yang beredar, tampak massa yang didominasi warga setempat mendatangi sebuah rumah kayu yang diduga milik bandar narkoba. Warga yang tersulut emosi membongkar bagian rumah menggunakan alat seadanya sebelum akhirnya membakar sejumlah perabot dan material bangunan di sekitar lokasi.

Asap hitam membumbung tinggi di tengah kerumunan warga yang terus meneriakkan tuntutan agar aparat bertindak tegas memberantas peredaran narkoba di wilayah mereka.

Aksi spontan itu disebut sebagai bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap lambannya penanganan kasus narkoba yang dinilai semakin meresahkan. 

Warga mengaku geram karena peredaran sabu diduga masih bebas berlangsung dan dinilai merusak generasi muda di daerah tersebut. Warga juga terlihat menghancurkan sejumlah perkakas di samping bangunan tersebut. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya massa perlahan membubarkan diri.


Munculnya aksi massa di Bonai Darussalam menambah daftar panjang gejolak sosial akibat persoalan narkoba di Riau. 

Sebelumnya, ratusan warga di Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir, juga melakukan aksi demonstrasi hingga membakar rumah yang diduga milik bandar narkoba.

Dalam aksi di Rantau Kopar, masyarakat secara terbuka menyuarakan kekecewaan terhadap aparat penegak hukum yang dianggap lamban dalam menangani jaringan peredaran narkotika di daerah mereka. Bahkan, video emak-emak yang ikut turun ke jalan sempat viral di media sosial dan menjadi sorotan publik.

Rentetan aksi tersebut memperlihatkan tingginya keresahan masyarakat terhadap bahaya narkoba yang dinilai semakin mengkhawatirkan. 

Warga berharap aparat kepolisian dan instansi terkait tidak hanya membentuk program seremonial semata, tetapi benar-benar menghadirkan langkah konkret di lapangan.

Pembentukan Satgas Anti Narkoba maupun duta anti narkoba sebelumnya diharapkan mampu menjadi solusi dalam menekan angka peredaran narkotika. Namun, sebagian masyarakat menilai keberadaan program tersebut belum memberikan dampak nyata terhadap kondisi di lapangan.

Masyarakat kini menuntut tindakan tegas terhadap bandar dan jaringan pengedar narkoba yang disebut-sebut masih bebas beroperasi di sejumlah wilayah di Riau.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait aksi pembakaran rumah di Kecamatan Bonai Darussalam tersebut maupun langkah penanganan yang akan dilakukan aparat keamanan.