Brimob Riau Asah Kemampuan Khusus, Personel Dilatih Jinakkan Hewan Berbisa

Brimob-Riau-Asah-Kemampuan-Khusus-Personel-Dilatih-Jinakkan-Hewan-Berbisa.jpg
Satuan Brimob Polda Riau latihan khusus SAR Pengendalian Hewan Berbisa di Lapangan Tembak Satuan Brimob Polda Riau, Sabtu, 9 Mei 2026. (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan personel dilakukan Satuan Brimob Polda Riau. Kali ini, pasukan elite kepolisian tersebut menggelar latihan khusus Search and Rescue (SAR) Pengendalian Hewan Berbisa di Lapangan Tembak Satuan Brimob Polda Riau, Sabtu, 9 Mei 2026.

Kegiatan latihan itu dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Brimob Polda Riau, I Ketut Gede Adi Wibawa dan turut dihadiri Kabag Ops Satuan Brimob Polda Riau, Rivana Wahdi.

Latihan tersebut menjadi bagian dari upaya Brimob Riau dalam memperkuat kemampuan personel menghadapi berbagai situasi darurat di lapangan, khususnya terkait penanganan hewan berbisa yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Tidak hanya mengandalkan kemampuan internal, kegiatan ini juga menghadirkan pelatih profesional dari luar yang memiliki pengalaman khusus dalam penanganan hewan berbisa.

Dalam latihan itu, personel dibekali berbagai pengetahuan mulai dari mengenali jenis-jenis hewan berbisa, memahami karakteristik dan tingkat bahayanya, hingga teknik evakuasi dan pengendalian di situasi darurat.

Suasana latihan tampak serius namun penuh antusias. Para personel mengikuti setiap arahan pelatih dengan disiplin tinggi. 


Mereka juga melakukan simulasi penanganan hewan berbisa menggunakan peralatan khusus guna memastikan tindakan yang dilakukan tidak membahayakan masyarakat maupun petugas.

Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol Ketut mengatakan bahwa kemampuan pengendalian hewan berbisa merupakan keterampilan penting yang wajib dimiliki personel Brimob, terutama saat menjalankan tugas kemanusiaan di tengah masyarakat.

"Melalui latihan ini, kami ingin seluruh personel memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi kondisi darurat di lapangan. Penanganan hewan berbisa membutuhkan kemampuan khusus agar masyarakat dapat merasa aman dan terhindar dari risiko berbahaya," ujar Kombes Pol Ketut.

Ia menegaskan, latihan tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari peningkatan profesionalisme personel Brimob dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Personel Brimob dituntut harus selalu siap menghadapi berbagai kondisi di lapangan, termasuk ketika masyarakat membutuhkan bantuan dalam situasi yang berpotensi membahayakan.

"Dengan latihan yang berkelanjutan, kemampuan personel akan semakin terasah sehingga dapat bertindak cepat, tepat, dan profesional," tambahnya.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, latihan SAR pengendalian hewan berbisa ini juga menjadi bentuk kesiapan Brimob Riau dalam mendukung tugas-tugas kemanusiaan serta menjaga stabilitas keamanan dan keselamatan masyarakat di wilayah hukum Polda Riau.

Kabag Ops Satuan Brimob Polda Riau, Kompol Rivana Wahdi menambahkan bahwa kesiapan personel harus terus diasah melalui pelatihan yang realistis dan sesuai dengan tantangan di lapangan.

"Situasi di masyarakat terus berkembang. Karena itu, personel harus memiliki kemampuan yang lengkap dan adaptif, termasuk dalam penanganan hewan berbisa yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan warga," pungkasnya.

Dengan adanya latihan rutin seperti ini, Satuan Brimob Polda Riau berharap seluruh personel semakin responsif, humanis, dan profesional dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.