RIAU ONLINE, ROKAN HILIR - Kegeraman warga terhadap dugaan maraknya peredaran narkoba di Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir, akhirnya memuncak.
Ratusan massa mendatangi Mapolsek Rantau Kopar, sebagai bentuk protes terhadap kondisi yang dinilai telah berlangsung lama tanpa penanganan maksimal, Jumat, 8 Mei 2026.
Aksi warga itu turut dipicu beredarnya video di media sosial Facebook @M Ali Nur, berdurasi 1 menit 35 detik yang memperlihatkan luapan emosi seorang pria terkait situasi narkoba di wilayah tersebut.
Dalam video itu, pria tersebut menuding adanya pembiaran sehingga penyalahgunaan narkoba semakin meresahkan masyarakat.
"Inilah akibatnya kalau terjadi pembiaran narkoba di Jalan Rambutan, Kecamatan Rantau Kopar ini. Akhirnya masyarakat yang turun," ujar pria dalam video yang beredar luas di media sosial.
Ia menyebut kondisi di daerah itu sudah sangat memprihatinkan karena banyak generasi muda diduga terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
"Lihat masyarakat ini. Banyak anak-anak memakai narkoba. Polisi memang ada di Rantau Kopar ini, tapi apa manfaatnya? Ini sudah terjadi puluhan tahun tapi seolah terjadi pembiaran," katanya lagi dengan nada kecewa.
Pria tersebut juga meminta aparat keamanan tidak menyalahkan masyarakat yang akhirnya turun langsung menyuarakan keresahan mereka.
"Jangan salahkan masyarakat. Pihak keamanan lalai, atau mungkin memang maunya seperti ini. Akibat pembiaran narkoba seperti ini," tegasnya.
Belum diketahui secara pasti bagaimana situasi saat massa mendatangi Mapolsek Rantau Kopar.
Namun informasi yang beredar menyebutkan warga menuntut aparat bertindak tegas terhadap peredaran narkoba yang dinilai semakin merajalela.
Aksi tersebut pun menjadi perhatian publik setelah video dan informasi terkait geruduk Polsek tersebar luas di berbagai platform media sosial.
Sementara itu, pihak kepolisian belum memberikan penjelasan lengkap terkait peristiwa tersebut.
Kabid Humas Polda Riau, Zahwani Pandra Arsyad, mengatakan pihaknya masih menunggu laporan dan kronologi resmi dari jajaran Polres Rokan Hilir.
"Masih menunggu kronologi dari Waka Polres Rohil," singkat Pandra.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti aksi massa, jumlah warga yang datang, maupun langkah yang akan diambil aparat kepolisian menyikapi tuntutan masyarakat tersebut.

