Viral Penutupan Jalan Diponegoro Pekanbaru, Warganet Soroti Respons Kapolda Riau

Viral-Penutupan-Jalan-Diponegoro-Pekanbaru-Warganet-Soroti-Respons-Kapolda-Riau.jpg
Video penutupan Jalan Diponegoro, Kota Pekanbaru, pada tengah malam. (Tangkapan Layar)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Sebuah video unggahan akun TikTok @sipilcerdas91 viral di media sosial setelah menyoroti penutupan Jalan Diponegoro, Kota Pekanbaru, pada tengah malam.  Video tersebut memicu beragam komentar warganet lantaran lokasi penutupan jalan berada tidak jauh dari rumah dinas Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan.

Penutupan jalan itu menjadi sorotan karena dinilai mengganggu akses masyarakat di kawasan pusat kota. Sejumlah warga juga menilai kebijakan tersebut menyulitkan pengguna jalan karena berada di jantung Kota Pekanbaru dan merupakan salah satu akses menuju RSUD Arifin Achmad.

Tak lama setelah video tersebut ramai diperbincangkan, muncul video lain yang diunggah akun Instagram pekanbaru_luculucuan. Dalam video itu terlihat Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan yang berada di dalam mobil hitam memanggil dua personel Polisi Lalu Lintas yang sedang berjaga.

Dalam percakapan tersebut, seorang petugas menjelaskan penutupan jalan dilakukan untuk mengantisipasi aksi balap liar dan sudah berlangsung sejak tahun 2021.

Menanggapi hal itu, Irjen Pol Herry Heryawan meminta agar jalan dibuka demi kenyamanan masyarakat.


“Banyak masyarakat komplain, biar aman dibuka aja. Kalau misalkan ada balap liar tinggal ditangkap aja. Komplain di medsos banyak ngomong-ngomong yang gak enak. Bukan seterusnya ya,” kata Herry Heryawan kepada petugas dalam video tersebut.

Video itu pun langsung menuai perhatian publik. Hingga kini, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 2.500 pengguna media sosial dan dibanjiri ratusan komentar dari warganet.

Sebagian warganet menilai video tersebut justru memperlihatkan kurangnya koordinasi di internal institusi. Akun Om omnivora menulis, “Bagus sih videonya, cuma kalau diliat-liat menunjukkan ketidaksinergikan antar pimpinan dan menunjukkan kurangnya koordinasi institusi. Maksud hati bikin video keren bagus malah blunder mempertontonkan keadaan mereka.”

Komentar lain datang dari akun Yogiefrinaldi yang mempertanyakan apakah Kapolda baru mengetahui adanya penutupan jalan tersebut. “Jadi Kapolda baru tau kalau jalan depan rumahnya ditutup, masak sih baru tau.. selama ini bapak gak pernah keluar rumah ya, duduk di teras gitu?” tulisnya.

Sementara akun Theamhzz menilai penutupan jalan bukan solusi tepat untuk mencegah balap liar. “Kalau tujuannya antisipasi balap liar yaudah jaga aja jalannya, lakukan patroli, gausah ditutup juga jalannya bikin susah masyarakat lain mau lewat aja jadinya mutar jauh,” komentarnya.

Di sisi lain, beberapa warganet menduga video tersebut telah disiapkan sebelumnya. Akun fahriogey menulis singkat, “camera dah on”. Komentar serupa juga disampaikan akun _rianadli dengan tulisan, “1..2..3.. dah dah terekam”.

Bahkan akun @sri_raahmi ikut menyindir dengan komentar, “ini yang kita liat reka adegan tadi kan?” tulisnya sambil menandai rekannya.

Ramainya komentar warganet menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap kebijakan penutupan jalan di Kota Pekanbaru, khususnya yang berkaitan dengan akses publik dan kenyamanan pengguna jalan.