RIAU ONLINE, PEKANBARU - Fakta mengejutkan terungkap dalam kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan Dumaris Boru Sitio (60) di Rumbai, Kota Pekanbaru. Salah seorang terduga pelaku disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra, mengungkapkan bahwa dari hasil penyelidikan dan analisis rekaman CCTV, penyidik telah mengarah pada beberapa orang yang diduga kuat terlibat, salah satunya seorang perempuan berinisial AF yang berstatus sebagai menantu korban.
“Dari hasil pendalaman, yang patut diduga dan terlihat dalam rekaman CCTV masih merupakan kerabat atau keluarga besar. Ada hubungan sebagai menantu,” ujar Pandra saat menyampaikan keterangan di lokasi olah TKP di Jalan Kurnia II, Limbungan, Rumbai, Jumat, 1 Mei 2026.
Menurut Pandra, terduga pelaku diketahui merupakan pasangan dari salah satu anak korban. Meski hubungan pernikahan tersebut hanya bertahan sekitar satu tahun sejak 2022 hingga 2023, komunikasi antara yang bersangkutan dengan korban disebut masih terjalin baik.
Bahkan, pada April 2026, terduga pelaku sempat datang menemui korban di rumah tersebut. Korban dikenal sebagai sosok yang tetap menjaga hubungan baik dan kerap membantu menantunya.
Namun, kecurigaan mulai muncul setelah terjadi dugaan percobaan pembobolan kamar utama rumah korban pada 8 April 2026. Peristiwa itu mendorong keluarga memasang CCTV sehari kemudian, yang kemudian menjadi petunjuk penting dalam pengungkapan kasus.
“Dari rangkaian CCTV, ada aktivitas mencurigakan yang mengarah kepada seseorang yang masih memiliki hubungan keluarga,” jelasnya.
Selain itu, rekaman juga menunjukkan kendaraan yang diduga digunakan pelaku sudah beberapa kali melintas di sekitar lokasi, termasuk pada 26 April, atau beberapa hari sebelum kejadian tragis pada 29 April 2026.
Dalam peristiwa tersebut, korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya setelah mengalami kekerasan. Hasil pemeriksaan sementara menyebutkan korban meninggal akibat luka benda tumpul di bagian kepala.
Sejumlah barang berharga milik korban dilaporkan hilang, di antaranya perhiasan, paspor, uang dolar Singapura, serta telepon genggam. Cincin pernikahan milik suami korban juga turut raib.
Polda Riau menegaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.
“Kami tidak akan berhenti, pelaku akan kami kejar di mana pun berada,” tegas Pandra.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian, mengingat adanya dugaan keterlibatan orang dekat dalam tindak kejahatan yang berujung maut tersebut.

