RIAU ONLINE, ROKAN HILIR - Gelombang kemarahan masyarakat di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, kembali memuncak.
Usai aksi penyerbuan rumah yang diduga milik bandar narkoba beberapa waktu lalu, kini ribuan warga kembali turun ke jalan dan melakukan aksi protes hingga pembobolan terhadap sebuah tempat hiburan malam yang diduga menjadi lokasi praktik maksiat.
Aksi tersebut terekam dalam video yang viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @feedgramindo. Dalam rekaman itu, tampak ratusan hingga ribuan warga memadati lokasi hiburan malam bernama Family.
Sejumlah massa terlihat naik hingga ke lantai dua bangunan, melempar berbagai benda ke arah gedung, bahkan melakukan perusakan terhadap fasilitas yang ada di dalamnya. Situasi di lokasi tampak memanas. Teriakan warga menggema, mencerminkan kekecewaan yang telah lama terpendam.
Aksi tersebut disebut sebagai bentuk pelampiasan kemarahan masyarakat terhadap maraknya berbagai penyakit sosial yang dinilai semakin tak terkendali di wilayah mereka.
Warga menilai, praktik-praktik seperti peredaran narkoba, lokalisasi, perjudian hingga tempat hiburan malam (THM) telah lama meresahkan dan merusak tatanan sosial masyarakat.
Namun, berbagai laporan yang disampaikan kepada aparat penegak hukum dinilai tidak mendapatkan respons yang memadai.
"Kami sudah terlalu lama diam. Laporan sudah sering disampaikan, tapi tidak ada tindakan nyata. Akhirnya masyarakat bergerak sendiri," ujar salah seorang warga dalam video yang beredar.
Kekecewaan masyarakat semakin memuncak lantaran mereka menilai aparat kepolisian tidak mampu atau bahkan tidak serius dalam menindaklanjuti laporan yang ada.
Bahkan, muncul tudingan miring dari sebagian warga yang menyebut aparat lebih sibuk dengan urusan lain dan diduga adanya praktik “pembiaran” terhadap aktivitas ilegal tersebut.
Tidak hanya itu, sebagian warga juga secara terbuka menuding adanya dugaan keterlibatan oknum aparat yang membekingi aktivitas-aktivitas tersebut. Tudingan tersebut semakin memperkeruh suasana dan memicu aksi spontan masyarakat yang memilih bertindak sendiri.
Aksi pembobolan tempat hiburan malam ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, ribuan warga juga melakukan penyerbuan dan pembongkaran terhadap sebuah rumah yang diduga milik bandar sabu di wilayah yang sama.
Dalam aksi tersebut, warga bahkan merusak bangunan sebagai bentuk protes atas maraknya peredaran narkotika di lingkungan mereka. Rangkaian aksi ini menunjukkan adanya akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap kondisi keamanan dan penegakan hukum di wilayah Panipahan.
Warga merasa resah dengan dampak sosial yang ditimbulkan, mulai dari rusaknya generasi muda hingga meningkatnya angka kriminalitas.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait insiden terbaru tersebut. Namun, situasi ini menjadi peringatan serius bagi aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah tegas dan mengembalikan kepercayaan masyarakat.

