Amarah Warga Meledak, Rumah Bandar Narkoba Dibakar Hingga Kapolsek Panipahan Dicopot

Kapolsek-Panipahan-Iptu-Robiansyah.jpg
Kapolsek Panipahan Iptu Robiansyah saat mendenga keluhan warga terkait peredaran narkoba. (Tangkapan layar)

RIAU ONLINE, ROHIL - Amarah warga di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, akhirnya memuncak setelah berulang kali menyampaikan keresahan terkait dugaan aktivitas peredaran narkoba di wilayah itu. Masyarakat memilih bertindak sendiri hingga berujung pada penyerbuan dan pembakaran rumah milik terduga bandar narkoba berinisial Ali.

Peristiwa ini dipicu oleh kekecewaan warga terhadap respons aparat setempat yang dinilai lamban. Dalam sebuah video yang viral diunggah akun TikTok @no.viral.no.justice_8, terdengar seorang orator dengan nada tinggi memperingatkan aparat kepolisian.

"Kalau Bapak biarkan kami masyarakat bertindak, Pak. Bahaya, Pak!" ujar orator tersebut di hadapan Kapolsek Panipahan, Iptu Robiansyah.

Peringatan itu bukan tanpa alasan. Warga mengaku telah berulang kali melaporkan dugaan aktivitas peredaran narkotika yang meresahkan lingkungan mereka. Namun, menurut warga, laporan tersebut tidak kunjung ditindaklanjuti secara tegas.

“Kami sudah capek melapor. Sudah sering kami ingatkan, tapi tidak ada tindakan nyata. Akhirnya masyarakat yang bergerak sendiri," jelas warga.


Kekecewaan yang menumpuk itu akhirnya meledak. Ratusan warga lantas mendatangi rumah bertingkat yang diduga menjadi pusat aktivitas peredaran narkoba tersebut.

Situasi yang semula hanya aksi protes berubah menjadi ricuh. Dalam rekaman video yang beredar luas, tampak massa melempari rumah dengan berbagai benda hingga akhirnya melakukan pembakaran. Api dengan cepat melahap bangunan tersebut, sementara sebagian warga lainnya hanya bisa menyaksikan dari kejauhan.

Sejumlah warga menilai, tindakan nekat tersebut merupakan bentuk keputusasaan masyarakat terhadap kondisi lingkungan yang dianggap sudah tidak aman akibat peredaran narkoba.

"Kami bukan ingin anarkis, tapi kami ingin lingkungan kami bersih dari narkoba. Kalau aparat cepat bertindak, mungkin ini tidak akan terjadi," jelasnya.

Peristiwa ini menjadi sorotan publik dan memicu berbagai reaksi di media sosial. Banyak netizen menyayangkan aksi main hakim sendiri, namun tidak sedikit pula yang menyoroti lambannya respons aparat dalam menangani laporan masyarakat.

Menyusul kejadian tersebut, Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, mengambil langkah tegas dengan mencopot Kapolsek Panipahan Iptu Robiansyah dan Kanit Reskrim Aipda Rahmat Ilyas. 

Pencopotan tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut, sekaligus bentuk tanggung jawab institusi Polri dalam merespons dinamika sosial yang berkembang.