RIAU ONLINE, ROHIL - Aksi spontan ratusan warga yang menyerbu sebuah rumah diduga milik bandar sabu di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Jumat, 10 April 2026, gelombang reaksi di media sosial.
Peristiwa ini dibanjiri komentar miring warganet yang menyoroti kinerja aparat penegak hukum (APH) dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Rumah bertingkat yang disebut-sebut sebagai lokasi aktivitas peredaran narkotika itu menjadi sasaran amuk massa.
Warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa, terlihat melempari bangunan dengan batu dan melakukan pengrusakan.
Aksi tersebut diduga dipicu oleh keresahan berkepanjangan masyarakat terhadap maraknya peredaran sabu yang dinilai tak kunjung tertangani.
Di tengah viralnya video dan foto kejadian, akun Instagram @lengahdikit dipenuhi beragam komentar tajam dari warganet. Banyak di antaranya mengungkapkan kekecewaan hingga ketidakpercayaan terhadap aparat penegak hukum.
Seorang warganet menulis, “Bukti masyarakat sudah jengah dengan aparat penegak hukum.” Komentar lain juga menyebutkan bahwa warga dinilai sudah tidak lagi percaya pada kinerja aparat dalam menangani kasus narkoba.
Tak sedikit pula komentar bernada sindiran yang menuding adanya keterlibatan oknum. “Terbukti, aparat tidak berdaya karena mereka juga oknumnya,” tulis akun lainnya.
Bahkan, ada yang secara terang-terangan menyebut dugaan adanya “bekingan” di balik bisnis haram tersebut.
Sindiran semakin tajam ketika warganet membandingkan peran masyarakat dengan aparat. “Lebih jago masyarakat sebagai intel daripada polisi,” tulis salah satu pengguna dengan nada sarkastik.
Komentar lain juga menyinggung soal laporan masyarakat yang disebut-sebut tidak mendapat respons.
“Sudah beberapa kali dilaporkan, tapi tidak didengar,” tulis seorang netizen, yang kemudian diikuti tudingan adanya aliran dana kepada oknum aparat agar kasus tersebut dibiarkan.
Nada kekecewaan juga muncul dalam bentuk sindiran yang menyebut “hukum negara tidak berjalan”, sehingga masyarakat merasa harus turun tangan sendiri.
Bahkan, ada pula komentar yang menyindir aparat luar negeri sebagai perbandingan, dengan harapan penegakan hukum bisa lebih responsif terhadap laporan masyarakat.
Deretan komentar tersebut menggambarkan tingginya tingkat ketidakpuasan publik terhadap penanganan kasus narkoba di wilayah Rokan Hilir, khususnya di Panipahan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan serius bagi aparat penegak hukum untuk segera merespons keresahan masyarakat secara konkret dan transparan.
Tidak hanya itu, warga bahkan ada meminta langsung Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk turun langsung ke Panipahan.
"Kami minta Kapolri turun langsung ke Panipahan," ujar warga tersebut.

