RIAU ONLINE, PELALAWAN - Tim Manggala Agni Daops Sumatera VII Rengat dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa, 10 Maret 2026.
Kebakaran yang terjadi di kawasan gambut tersebut tidak hanya menyulitkan petugas karena kondisi medan, tetapi juga karena lokasi titik api berada di wilayah jelajah Harimau Sumatera.
Sejak pagi, tim pemadam berjibaku memadamkan api yang membakar semak belukar dan terus merambat ke arah kawasan hutan. Upaya pemadaman dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, masyarakat setempat serta tim pemadam dari perusahaan yang berada di sekitar lokasi.
Kepala Manggala Agni Rengat, Muhammad Ilham Sidik mengatakan, lokasi kebakaran cukup berisiko karena berada dekat dengan kawasan habitat satwa liar, khususnya harimau sumatera.
Menurutnya, lahan yang terbakar merupakan semak belukar yang berbatasan dengan kawasan hutan primer yang masih menjadi wilayah jelajah satwa dilindungi tersebut. Bahkan lokasi kebakaran disebut tidak jauh dari kawasan Suaka Margasatwa Kerumutan.
"Lahan yang terbakar berupa semak belukar dan mengarah ke hutan yang merupakan sarang harimau sumatera. Lokasi ini juga tidak jauh dari Suaka Margasatwa Kerumutan, sehingga memang termasuk wilayah jelajah harimau," kata Ilham, Rabu, 11 Maret 2026.
Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja dengan kewaspadaan tinggi selama melakukan pemadaman.
Selain menghadapi kobaran api dan asap tebal di lahan gambut, mereka juga harus memperhitungkan potensi kemunculan satwa liar dari kawasan hutan di sekitar titik kebakaran.
Selama proses pemadaman, sejumlah warga setempat bahkan sempat mendatangi petugas untuk mengingatkan agar tidak terlalu lama berada di lokasi.
Warga khawatir keberadaan petugas hingga malam hari berpotensi memicu pertemuan dengan harimau yang biasanya mulai aktif berburu menjelang gelap.
Menyikapi hal tersebut, Ilham mengaku mengambil langkah antisipatif dengan menarik seluruh personel keluar dari area kebakaran sebelum menjelang malam.
"Sekitar pukul 16.30 WIB, anggota sudah saya tarik keluar dari lokasi titik api yang mengarah ke hutan. Selain karena potensi ancaman harimau, medan di lokasi juga cukup berat karena sudah masuk kawasan hutan primer," jelasnya.
Kebakaran hutan dan lahan di Desa Pulau Muda sendiri diketahui telah berlangsung selama dua hari. Hingga Selasa sore, api masih belum sepenuhnya dapat dikendalikan oleh tim pemadam di lapangan.
Petugas masih terus melakukan berbagai upaya pemadaman dengan metode pemadaman darat untuk mencegah api semakin meluas ke kawasan hutan yang lebih dalam.
Berdasarkan estimasi sementara, luas lahan gambut yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar dua hektare. Kondisi gambut yang kering juga menjadi tantangan tersendiri karena api dapat merambat di bawah permukaan tanah sehingga sulit dipadamkan sepenuhnya.
Tim gabungan masih terus bersiaga di lokasi untuk melanjutkan proses pemadaman dan pendinginan, sekaligus memastikan api tidak kembali menyala atau meluas ke kawasan hutan di sekitar Suaka Margasatwa Kerumutan.
Sementara itu, pihak terkait juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca dan lahan gambut yang mudah terbakar dapat memicu kebakaran lebih luas serta mengancam ekosistem satwa liar yang hidup di kawasan tersebut.

