RIAU ONLINE, PEKANBARU - Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Senin, 9 Maret 2026.
Untuk pertama kalinya, pihak lapas memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk berbuka puasa bersama keluarga mereka di dalam lingkungan lapas. Kegiatan yang berlangsung di area lapangan lapas tersebut diikuti sekitar 200 warga binaan bersama anggota keluarga yang datang berkunjung.
Momen ini menjadi pengalaman yang sangat berarti, baik bagi warga binaan maupun keluarga mereka, karena dapat merasakan kebersamaan di bulan suci Ramadan meskipun berada di balik tembok pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, mengatakan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan salah satu inovasi dalam program pembinaan yang bertujuan mempererat hubungan emosional antara warga binaan dengan keluarga mereka.
Menurutnya, keberadaan keluarga memiliki peran penting dalam proses pembinaan karena dapat memberikan dukungan moral yang sangat dibutuhkan oleh warga binaan selama menjalani masa pidana.
"Melalui kegiatan buka puasa bersama ini dapat menjadi momentum kebersamaan bagi keluarga serta membawa keberkahan bagi para warga binaan dan keluarganya," ujar Yuniarto.
Yuniarto menjelaskan bahwa selama ini kegiatan buka puasa bersama antara warga binaan dan keluarga belum pernah dilaksanakan di dalam lingkungan Lapas Kelas IIA Pekanbaru.
Karena itu, program ini menjadi sebuah terobosan baru yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap proses pembinaan.
Menurut Yuniarto, menjaga hubungan emosional antara warga binaan dan keluarga merupakan bagian penting dari proses reintegrasi sosial.
Dengan hubungan keluarga yang tetap terjaga, warga binaan diharapkan memiliki motivasi yang lebih kuat untuk memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat dengan lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
"Ini merupakan salah satu terobosan kami untuk menjaga hubungan emosional antara warga binaan dengan keluarga mereka".
"Dukungan keluarga sangat penting agar mereka tetap memiliki semangat untuk menjalani masa pembinaan," jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana kebersamaan sangat terasa. Para warga binaan terlihat duduk berdampingan dengan anggota keluarga mereka sambil menunggu waktu berbuka puasa.
Beberapa di antaranya tampak memanfaatkan momen tersebut untuk berbincang, berbagi cerita, hingga melepas rindu yang selama ini terpendam.
Tidak sedikit keluarga yang terlihat terharu karena dapat kembali berkumpul dengan orang terdekat mereka meski dalam waktu yang terbatas.
Salah seorang keluarga warga binaan, Ilyas, mengaku sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh pihak Lapas Pekanbaru.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan berharga bagi keluarga untuk tetap merasakan kebersamaan di bulan suci Ramadan.
"Kami sangat berterima kasih kepada pihak lapas karena bisa memberikan kesempatan bagi kami untuk berkumpul dan berbuka puasa bersama keluarga di bulan Ramadan ini," ujar Ilyas.
Ilyas menilai kegiatan seperti ini sangat penting, terutama bagi keluarga warga binaan yang selama ini hanya bisa bertemu dalam waktu singkat saat jam kunjungan.
Dengan adanya kegiatan buka puasa bersama, suasana pertemuan terasa lebih hangat dan penuh makna karena dapat dinikmati dalam suasana kebersamaan yang lebih lama.
Pihak Lapas Pekanbaru berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang sebagai bagian dari program pembinaan yang humanis.
Selain menjaga hubungan kekeluargaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi para warga binaan untuk menjalani masa pembinaan dengan lebih baik.
Melalui pendekatan yang lebih humanis dan penuh empati, Lapas Pekanbaru berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang tidak hanya menekankan aspek hukuman, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

