Kapolda Riau Silaturahmi dengan Ojol, Siapkan Program Bengkel Gratis

Kapolda-Riau-Silaturahmi-dengan-Ojol-Siapkan-Program-Bengkel-Gratis.jpg
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan berfoto dengan pengemudi ojol perempuan saat berbuka puasa bersama di Aula Satbrimob Polda Riau, Senin, 9 Maret 2026. (Rahmadi Dwi Putra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menghadiri kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama mitra ojek online (ojol) serta mahasiswa Kota Pekanbaru di Aula Satbrimob Polda Riau, Senin, 9 Maret 2026.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.30 WIB itu turut dihadiri para pejabat utama Polda Riau, Kapolresta Pekanbaru, komunitas pengemudi ojek online, serta mahasiswa dari berbagai kampus di Pekanbaru.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ipda Zamzalis, kemudian dilanjutkan dengan penampilan hadrah dari personel Brimob Polda Riau yang menambah suasana religius menjelang waktu berbuka puasa.

Ketua Ojol Kamtibmas Pekanbaru, Arianto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Polda Riau yang selama ini melibatkan para pengemudi ojek online dalam membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, para pengemudi ojol yang setiap hari berada di jalanan memiliki posisi strategis dalam membantu menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Kota Pekanbaru.

“Kami merasa sangat terhormat dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di kota ini. Terima kasih kepada Bapak Kapolda yang selama ini memberikan perhatian kepada kami para pengemudi ojol,” ujar Arianto.

Ia juga berharap Kapolda Riau dapat menjadi sosok “ayah angkat” bagi komunitas ojol di Pekanbaru, sehingga para pengemudi dapat menyampaikan berbagai keluhan dan harapan yang mereka hadapi di lapangan.

Menanggapi hal itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menekankan bahwa mahasiswa, pengemudi ojek online, dan polisi memiliki peran yang sama pentingnya dalam menjaga kehidupan di ruang publik.

“Hari ini kita berkumpul bersama menunggu waktu berbuka puasa. Di tempat ini ada tiga kelompok yang sehari-hari berada di ruang publik, yaitu mahasiswa, ojek online, dan polisi,” kata Herry.

Ia menjelaskan bahwa jalanan kota menyimpan banyak cerita yang dibangun oleh berbagai elemen masyarakat tersebut. Mahasiswa menghadirkan gagasan dan semangat perubahan, pengemudi ojol menggerakkan roda ekonomi masyarakat, sementara polisi bertanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban.


“Ketiga peran ini saling melengkapi dalam membangun Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, bahkan Republik Indonesia agar menjadi lebih baik,” ujarnya.

Kapolda juga menyoroti kerja keras para pengemudi ojek online yang bekerja tanpa mengenal waktu demi menghidupi keluarga mereka.

“Di balik jaket ojol yang kita lihat, bukan hanya ada aplikasi digital, tetapi juga ada mimpi dan harapan keluarga yang mereka perjuangkan,” kata Herry.

Ia kemudian menceritakan kisah seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada yang bekerja sebagai pengemudi ojek online untuk membiayai pendidikannya. Mahasiswa tersebut bekerja pada siang hari dan memanfaatkan waktu menunggu pesanan untuk mengerjakan tugas kuliah.

“Alhamdulillah, berkat kerja kerasnya, ia berhasil lulus dengan nilai hampir sempurna, IPK 3,99. Kisah ini mengajarkan bahwa kerja keras tidak ditentukan oleh status sosial,” ujarnya.

Menurut Herry, kritik dari mahasiswa maupun masyarakat, termasuk dari komunitas ojol, merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan demokrasi yang sehat.

“Polda Riau tidak pernah takut terhadap kritik. Sepanjang kritik itu bertujuan untuk membangun, kami selalu membuka ruang dialog dan diskusi,” tegasnya.

Ia menambahkan, peran polisi adalah menjaga ruang peradaban agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan tertib.

“Jika mahasiswa adalah api gagasan, maka polisi memastikan api itu menjadi cahaya yang menerangi, bukan api yang membakar rumah kita sendiri,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Kapolda juga menyampaikan rencana menghadirkan program bengkel gratis satu hari khusus bagi pengemudi ojek online yang bekerja sama dengan Baznas dan Satbrimob Polda Riau.

Program itu ditujukan untuk membantu para pengemudi ojol yang kendaraannya mengalami kerusakan ringan seperti ban kempes atau perbaikan kecil lainnya.

“InsyaAllah nanti kita buat bengkel gratis satu hari khusus bagi ojol. Kalau ada kerusakan kecil bisa diperbaiki di sini. Tapi mohon maaf, jangan sampai minta motor baru,” kata Herry yang disambut tawa peserta.

Pada kesempatan itu Kapolda juga menyerahkan bingkisan serta bibit pohon secara simbolis kepada tiga perwakilan pengemudi ojek online dan satu perwakilan mahasiswa.

Usai buka puasa bersama dan salat Magrib berjamaah, para peserta juga berkesempatan melihat secara langsung kendaraan taktis milik kepolisian, termasuk mobil Baracuda milik Satbrimob Polda Riau.

Banyak pengemudi ojol dan mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto bersama di sekitar kendaraan taktis tersebut sebagai bentuk kedekatan antara masyarakat dengan institusi kepolisian.

Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama ini berlangsung hangat dan penuh keakraban hingga selesai, dengan situasi tetap aman dan kondusif.