RIAU ONLINE, PEKANBARU – Gelandangan dan pengemis (gepeng) masih terlihat di sejumlah pusat keramaian di Kota Pekanbaru selama Ramadan 1447 H.
Keberadaan mereka kerap dijumpai di kawasan persimpangan jalan hingga pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi masyarakat.
Salah satu lokasi yang menjadi titik aktivitas para gepeng adalah kawasan Simpang SKA. Para pengemis tidak hanya meminta belas kasihan kepada pengguna jalan, tetapi juga kepada pengunjung pusat perbelanjaan di sekitarnya.
Sebagian pengemis, bahkan terlihat menjadikan area underpass Fly Over SKA sebagai tempat untuk meminta-minta. Mereka menyasar pengunjung yang melintas menuju Mal SKA maupun Living World.
Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan pemerintah kota tidak membenarkan aktivitas mengemis di jalanan.
“Yang sering meminta-minta di jalan, kami tidak benarkan itu,” tegasnya, Rabu 4 Maret 2026.
Agung mengakui hingga kini masih ditemukan gepeng yang beraktivitas di beberapa titik jalan di Kota Pekanbaru. Namun, ia menegaskan praktik mengemis di jalan raya tidak boleh dibiarkan karena dapat menimbulkan berbagai dampak negatif.
Menurutnya, selain mengganggu kelancaran lalu lintas, aktivitas tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan pengendara.
“Kalau mengemis di jalanan bukan hanya mengganggu lalu lintas, tapi juga membahayakan pengendara. Bisa saja menimbulkan kecelakaan,” ungkapnya.
Wali Kota pun telah menginstruksikan dinas sosial untuk segera menindaklanjuti keberadaan para gepeng tersebut. Ia meminta agar dilakukan langkah tegas untuk menertibkan aktivitas meminta-minta di jalan.
“Jangan sampai ada lagi yang meminta-minta di jalan. Keberadaan mereka juga bisa memicu aksi kejahatan,” jelas Agung.

