Dinilai Hanya Seremonial, Parkir Berlapis Pasar Buah Sudirman Kembali Semrawut

Dinilai-Hanya-Seremonial-Parkir-Berlapis-Pasar-Buah-Sudirman-Kembali-Semrawut.jpg
Parkir berlapis di kawasan Pasar Buah Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru (Herianto Wibowo/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Penertiban parkir berlapis di kawasan Pasar Buah Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru terus menuai sorotan masyarakat. 

Upaya yang dilakukan pemerintah melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru dinilai hanya bersifat seremonial, karena kondisi di lapangan kembali semrawut tidak lama setelah penertiban dilakukan.

Sebelumnya, Plt Kepala UPT Parkir Dishub Pekanbaru, Rafit Dwi Febri, menegaskan komitmen pihaknya dalam menata parkir di sejumlah titik rawan kemacetan, termasuk kawasan Pasar Buah Sudirman, pada Kamis (26/2/2026).

“UPT Parkir memaksimalkan pengawasan, terutama di titik-titik rawan macet seperti Pasar Buah. Apalagi saat memasuki bulan puasa dan mendekati Lebaran, aktivitas masyarakat meningkat. Kami pastikan pengaturan parkir berjalan tertib,” ujarnya.

Namun, pantauan di lapangan menunjukkan kondisi tidak banyak berubah. Parkir kendaraan kembali terjadi secara berlapis hingga memakan bahu bahkan badan Jalan Jenderal Sudirman.


Akibatnya, ruas jalan yang semula memiliki tiga lajur efektif menyempit menjadi dua lajur. Situasi tersebut tidak hanya memicu kemacetan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.

Padahal, area Pasar Buah diketahui memiliki lahan parkir yang cukup luas. Namun, banyak pengendara tetap memilih parkir di pinggir jalan demi kemudahan akses, sementara pengawasan dinilai belum berjalan maksimal.

Sejumlah warga yang melintas mengaku penertiban yang dilakukan pemerintah belum memberikan perubahan nyata. Ari, seorang pengendara yang setiap hari melintasi Jalan Sudirman, menilai kondisi parkir di depan Pasar Buah selalu kembali semrawut setelah petugas pergi.

“Setiap ada razia memang rapi sebentar, tapi besoknya kembali lagi parkir sampai makan badan jalan. Jadi macet terus,” ujarnya.

Ia menilai pengawasan seharusnya dilakukan secara rutin, bukan hanya sesekali.

“Kalau cuma datang sekali dua kali tidak akan berubah. Harus ada petugas yang berjaga supaya pengendara tidak parkir sembarangan,” katanya.

Menurut warga, kemacetan di titik tersebut semakin terasa saat bulan suci Ramadan karena meningkatnya aktivitas masyarakat. Mereka berharap pemerintah bertindak lebih tegas, termasuk mengarahkan kendaraan masuk ke area parkir resmi yang telah tersedia.

Kondisi yang kembali seperti semula memunculkan pertanyaan publik terhadap konsistensi pengawasan dari pihak terkait. Penertiban dinilai belum menyentuh akar persoalan, yakni disiplin parkir dan pengawasan berkelanjutan.