Pemko Pekanbaru Tertibkan PKL dan Siapkan Lokasi Relokasi yang Lebih Layak

Wali-Kota-Pekanbaru-Agung-Nugroho11.jpg
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho (Herianto Wibowo/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru meminta para Pedagang Kaki Lima (PKL) agar tidak berjualan di sembarang tempat, terutama di trotoar dan badan jalan yang mengganggu arus lalu lintas serta kenyamanan pejalan kaki.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan pemerintah kini tengah melakukan penataan dan relokasi PKL di sejumlah ruas jalan agar tercipta ketertiban dan keindahan kota.

“Kita akan membuka tempat-tempat relokasi lain dan mengatur PKL. Ini akan kita benahi,” ujar Agung, Selasa 4 November 2025.

Menurutnya, kegiatan penertiban terhadap PKL yang berjualan di area terlarang sudah menjadi agenda rutin pemerintah kota. Meski demikian, penertiban dilakukan dengan cara mengutamakan pendekatan kemanusiaan, bukan sekadar tindakan tegas tanpa solusi.

“Kami bukan tidak tegas, tapi kami lebih mengedepankan rasa peri kemanusiaan. Kami menggusur dengan memberi solusi. Karena ini bagian dari perekonomian dan kehidupan mereka,” jelasnya.


Untuk mendukung penataan tersebut, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan beberapa lokasi alternatif bagi PKL agar tetap bisa berjualan dengan nyaman tanpa melanggar aturan. Beberapa lokasi yang telah ditetapkan antara lain Taman Labuai Citywalk, Bundaran Keris dan Kawasan Kuliner Malam Cut Nyak Dien.

Selain itu, pemerintah juga bekerja sama dengan sejumlah badan usaha untuk membuka area baru bagi pelaku usaha kecil di wilayah lain.

“Kita sudah dorong badan usaha agar membuka tempat di Jalan HR Soebrantas. Di sana ada komplek UMKM dan lahan sekitar 30 hektare yang bisa dimanfaatkan oleh PKL,” tambah Agung.

Pemko Pekanbaru berharap, langkah penataan ini dapat menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib, bersih, dan tertata, tanpa mengorbankan mata pencaharian para pedagang.

Pemerintah juga berencana menjadikan kawasan relokasi tersebut sebagai sentra kuliner dan UMKM, agar tidak hanya menjadi tempat berjualan sementara, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Kita ingin agar PKL bisa berjualan dengan lebih tertata, tapi tetap produktif. Relokasi ini bukan untuk menyingkirkan, melainkan untuk menata,” tutup Wali Kota Agung Nugroho.