RIAU ONLINE, KUANTAN SINGINGI - Ratusan masyarakat melakukan aksi perlawanan terhadap aparat kepolisian dan forkopimda yang melakukan penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sepanjang sungai kuantan khususnya di Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Selasa, 7 Oktober 2025.
Merasa sakit hati, alat mata pencaharian mereka dihancurkan dan dimusnahkan dengan cara dibakar, masyarakat akhirnya melakukan perlawanan dengan melempar mobil dinas yang ditumpangi AKBP Raden Ricky Pratidiningrat.
Warga melampiaskan kekesalannya terhadap aparat kepolisian yang melakukan penertiban dan melakukan pengerusakan serta penghadangan.
Awalnya penertiban berjalan seperti biasa-biasa saja, namun saat dipertengahan jalan, massa mulai tak terima dan melakukan aksi anarkis.
Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, menegaskan situasi dikendalikan dan aparat telah melakukan langkah-langkah persuasif agar tidak terjadi kerusuhan lanjutan.
"Situasi sudah aman dan terkendali. Memang sempat panas, tapi kita memilih langkah yang bijak agar tidak terjadi korban lebih banyak," jelas Suhardiman, Selasa, 7 Oktober 2035.
Suhardiman juga menyampaikan bahwa operasi pemberantasan PETI akan tetap dilanjutkan sebagai bentuk komitmen daerah bersama Pemerintah Provinsi Riau dan Polda Riau untuk menyelamatkan lingkungan Sungai Kuantan dari kerusakan yang semakin parah akibat aktivitas tambang ilegal.
"Sungai Kuantan harus diselamatkan. Ini bukan hanya soal hukum, tapi juga soal masa depan anak cucu kita. Kami tidak akan mundur dalam upaya penertiban ini," tutupnya.

