Kapolda Resmikan SPPG Brimobda Riau: Langkah Nyata Wujudkan SDM Unggul

Kapolda-resmikan-SPPG.jpg
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, meresmikan SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Sat Brimobda Riau, Rabu, 1 Oktober 2025. (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, mendukung peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia dengan meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Sat Brimobda Riau, Rabu, 1 Oktober 2025.

Kegiatan ini menjadi peresmian ketiga yang dihadiri jenderal bintang dua itu secara langsung dalam rangkaian peluncuran program pemenuhan gizi gratis di wilayah Riau.

Irjen Herry mengungkapkan bahwa program ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap inisiatif nasional dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

"Hari ini untuk yang ketiga kalinya saya hadir di peresmian pengoperasian PPG. Sebelumnya, tahap pertama dilaksanakan di Polda Riau, tepatnya di Jalan Payung Sekaki,” kata Irjen Herry.

"Kemudian kemarin diresmikan di Pelalawan, dan hari ini kita hadir di Brimob. Insya Allah, besok akan kita resmikan juga di Kabupaten Siak," ujarnya.

Menurutnya, program makan bergizi gratis ini bukan hanya sekadar bantuan makanan, melainkan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.


Ia menyebut SPPG sebagai bentuk terobosan yang dilakukan oleh pemerintah dalam mendukung kegiatan-kegiatan makan bergizi gratis. 

“Dengan makan bergizi gratis, kita dapat menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, penerus bangsa kita, anak-anak kita," tambahnya.

Lebih lanjut, Irjen Herry menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan tujuan besar ini. Ia menyebutkan bahwa upaya membangun SDM unggul tidak bisa dilakukan sendirian, tetapi harus melibatkan semua elemen masyarakat.

"Kalau kita melihat dalam konteks pentas berbasis komunitas, ada pelaku usaha, komunitas, organisasi sosial, civitas akademika, dan media sebagai ujung tombaknya,” kata dia.

"Kita harus bisa melakukan kolaborasi dengan baik untuk memastikan keberhasilan pembangunan SDM yang tidak hanya sehat secara fisik, namun juga cerdas, berkarakter, dan peduli sesama," tegasnya.

Lulusan Akpol 1998 itu pun berharap, melalui SPPG ini, anak-anak akan memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang berdaya saing, mampu berpikir rasional, dan terbiasa berdialektika secara sehat dalam menyampaikan ide dan gagasannya.

"Anak-anak kita ke depan harus mampu berpikir kritis, mengeluarkan ide dan gagasan secara rasional, serta mempertentangkannya melalui proses dialektika yang sehat. Ini bagian dari pendidikan karakter yang kuat," tutup Kapolda.