Tak Hanya Sampah, Jalan Berminyak di Kawasan Kuliner Cut Nyak Dien Ancam Keselamatan

Sampah-di-cut-nyak-dien.jpg
Sampah berserakan di kawasan kuliner malam Cut Nyak Dien, Pekanbaru, Senin, 22 September 2025. (Herianto Wibowo/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Pasla menyoroti persoalan kebersihan di kawasan kuliner malam Jalan Cut Nyak Dien.

Kawasan ini dikenal sebagai pusat kuliner yang ramai dikunjungi oleh warga Pekanbaru, terutama kaum muda-mudi. 

Dari segi lokasi, kuliner malam Cut Nyak Dien ini mengelilingi bangunan kantor Gubernur Riau, Perpustakaan Wilayah, hingga Bank Indonesia.

Menurut Roni, permasalahan yang muncul bukan hanya soal sampah plastik atau sisa makanan, melainkan juga limbah minyak yang menimbulkan bau menyengat serta berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Kalau soal sampah, pagi hari biasanya sudah diangkat dan bersih. Tapi jalan yang berminyak itu jadi masalah. Limbah minyak harus disiram, dicuci pakai bahan kimia supaya standar jalan kembali setiap hari. Kalau tidak, ya tetap berminyak, menimbulkan bau, dan berisiko kecelakaan,” ujar Roni, Senin 22 September 2025.


Ia menegaskan, standar kebersihan jalan di pusat kuliner harus diperhatikan dengan serius. Jangan hanya mengutamakan tampilan bersih dari sampah plastik, sementara faktor lain yang lebih berbahaya justru diabaikan.

“Jalan yang berminyak itu tidak standar, apalagi baunya menyengat di siang hari. Jadi bukan sekadar kelihatan tidak ada sampah, lalu dianggap sudah bersih. Harus ada standarisasi yang jelas,” tegasnya.

Lebih lanjut, politisi PAN ini menyoroti produksi sampah harian di kawasan Cut Nyak Dien yang cukup besar. Menurutnya, perlu ada kajian khusus mengenai angkutan, tenaga kebersihan, hingga sistem pengelolaan limbah yang sesuai standar.

“Kalau ada konsentrasi kegiatan di satu titik, harus ada perlakuan khusus sesuai standar. Sekarang kegiatannya kuliner, maka standar kebersihannya juga harus berbeda. Tidak bisa disamakan dengan event lain, misalnya konser. Setiap kegiatan punya treatment berbeda,” jelasnya.

Roni menambahkan, Pemerintah Kota Pekanbaru bersama stakeholder terkait perlu segera menyusun konsep penanganan yang tepat agar kebersihan dan keamanan kawasan kuliner malam dapat terjaga dengan baik.