RIAU ONLINE, PEKANBARU – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru mencatat, sepanjang bulan Januari hingga Agustus 2025, telah terjadi 102 kasus kebakaran bangunan di Kota Pekanbaru. Dari ratusan kasus tersebut, enam orang dilaporkan meninggal dunia.
Kepala DPKP Kota Pekanbaru, Zarman Candra, menuturkan sebagian besar insiden kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada jaringan yang sudah tua atau tidak layak pakai. Karena itu, ia menekankan pentingnya mengganti kabel atau instalasi listrik yang sudah dimakan usia.
“Warga juga harus menghindari pemasangan kabel elektronik yang tumpang tindih. Sewaktu kita keluar rumah mohon dicabut, jangan ada yang tumpang tindih saklar ke saklar sehingga berpotensi terjadinya korsleting listrik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Zarman mengajak masyarakat untuk melakukan deteksi dini guna mengantisipasi kebakaran. Ia berharap warga lebih waspada dan disiplin dalam menjaga keamanan listrik di rumah.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi kebakaran rumah atau bangunan. Dengan kewaspadaan dan langkah antisipasi, risiko kebakaran bisa kita minimalisir,” pungkasnya.

