RIAU ONLINE, PEKANBARU – Tim Satgas Udara Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau terus mengintensifkan upaya pemadaman melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Sejak dimulai pada 21 Juli 2025, OMC telah dilakukan sebanyak 36 sortie dan diperkirakan berlangsung hingga 3 Agustus mendatang.
Kepala BMKG Pekanbaru, Irwansyah Nasution, menyebutkan hasil dari operasi ini cukup baik.
“OMC sudah dilakukan sejak tanggal 21 Juli dan mungkin akan dikerjakan sampai tanggal 3 Agustus, sudah dilakukan sebanyak 36 sortie,” ungkap Irwansyah.
“Hasil OMC bagus karena sudah ada titik api yang mati dan terjadi beberapa hujan,” lanjutnya.
OMC dilakukan oleh tim gabungan dari TNI Angkatan Udara, BMKG, BNPB, serta berbagai instansi lainnya. Dua unit pesawat khusus dikerahkan untuk menyemai garam ke wilayah-wilayah yang memiliki potensi awan hujan, terutama di daerah-daerah rawan karhutla seperti Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, Rokan Hilir, Siak, dan Pelalawan.
Hingga saat ini, total 32 ton garam telah disemai ke langit Riau. Hasilnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berhasil turun di sejumlah daerah yang sebelumnya mengalami kekeringan dan kebakaran hutan. Berdasarkan pantauan terakhir, jumlah titik api yang sebelumnya sempat menembus lebih dari 100 titik kini mengalami penurunan signifikan.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana kabut asap yang kerap menghantui wilayah Riau setiap musim kemarau. Pemerintah berharap, operasi ini dapat terus memperbaiki kondisi udara dan meminimalisir dampak karhutla terhadap masyarakat.

