Tinjau Karhutla Riau, Kapolri dan Menteri LH Perintah Intensifkan Water Bombing

Tinjau-Karhutla-Riau-Kapolri-dan-Menteri-LH-Perintah-Intensifkan-Water-Bombing.jpg
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq saat memberi keterangan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Kamis, 24 Juli 2025. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau.

Upaya memperkuat sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo naik helikopter dan meninjau dari udara.

Kapolri Listyo Sigit menegaskan pentingnya tindakan cepat, terpadu, dan tanpa kompromi terhadap pelaku pembakaran hutan, sejalan dengan amanat hukum yang berlaku.

"Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan harus dilakukan tanpa pandang bulu".

"Seluruh instrumen hukum baik dari sisi kepolisian maupun lingkungan hidup akan diaktifkan sebagaimana diatur dalam Inpres Nomor 3 Tahun 2020," tegas Jenderal Sigit di Lanud Roesmin Nurjadin, Kamis, 24 Juli 2025.

Dalam peninjauan lapangan, Kapolri didampingi langsung oleh Kapolda Riau mengunjungi area terdampak Karhutla di Kabupaten Rokan Hilir. 

Lokasi tersebut memiliki karakteristik lahan mineral yang rentan terbakar. Di sana, Jenderal Sigit memberikan instruksi tegas untuk meningkatkan intensitas pemadaman melalui water bombing dan operasi modifikasi cuaca (OMC).


"Daerah ini dulunya hijau dan menjadi wilayah tangkapan air. Namun sekarang dari pantauan udara terlihat gundul. Ini tidak bisa dibiarkan. Maka saya perintahkan penanganan harus dimaksimalkan, terutama melalui operasi udara," tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, Kapolri juga menyetujui pemindahan unit water bombing ke Kabupaten Rokan Hilir untuk siaga penuh dalam penanganan lanjutan. 

Di sisi lain, pasukan darat diminta untuk terus melakukan pendekatan persuasif dan preventif terhadap masyarakat, terutama melalui penyuluhan di tingkat desa yang rawan Karhutla.

"Pencegahan lebih baik daripada pemadaman. Maka penyuluhan di tingkat bawah menjadi sangat penting untuk mengurangi potensi kebakaran," tambahnya.

Meskipun api permukaan telah berhasil dikendalikan di beberapa titik, keberadaan asap masih menjadi masalah serius. Oleh karena itu, strategi lanjutan yang disebut sebagai “pagar betis” akan segera diterapkan.

Kapolri juga memberikan izin kepada tim gabungan untuk memperkuat penahanan air dengan menutup kanal-kanal air di sekitar lokasi Karhutla. 

Langkah ini diambil untuk memastikan air tertahan dan membasahi kembali area yang sudah terbakar, sekaligus meredam potensi kebakaran susulan.

"Penutupan kanal menjadi strategi penting untuk memastikan tanah tetap basah dan meminimalkan kebakaran gambut. Dengan cara ini, kita berupaya mengembalikan ekosistem yang rusak," terangnya.

Akpol 1991 itu menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh tim yang terlibat, baik dari TNI-Polri, BPBD, pemerintah daerah, hingga relawan. Ia juga menyatakan optimismenya bahwa dengan kerja sama yang solid, Karhutla di Riau dapat segera dikendalikan.

"Saya yakin, dengan komando yang kuat, sinergi yang baik, dan dukungan seluruh elemen, kita akan mampu menanggulangi Karhutla ini secara menyeluruh. Ini adalah upaya nasional yang harus kita menangkan bersama," pungkasnya.