RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui Provinsi Riau. Dinas Kesehatan (Dinkes) Riau menyatakan telah melakukan langkah antisipatif dengan memantau perkembangan kesehatan masyarakat dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.
Kepala Dinkes Riau, drg. Sri Sadono, mengatakan pihaknya telah meminta laporan harian dari 12 kabupaten/kota terkait kemungkinan peningkatan kasus penyakit yang biasa muncul saat musim asap.
"Kami sudah pantau dan koordinasi dengan kabupaten/kota untuk melaporkan setiap hari, apakah ada peningkatan kasus," ujar drg Sri Sadono kepada RIAUONLINE, Rabu, 23 Juli 2025.
Menurutnya, ada lima jenis penyakit yang menjadi perhatian serius Dinkes Riau dalam situasi kabut asap ini. Penyakit-penyakit tersebut adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), asma, bronkitis, iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta penyakit jantung.
"Sampai sekarang, data mengenai lima penyakit ini sudah kita mintakan dari seluruh daerah," jelasnya.
Namun demikian, drg Sri mengungkapkan bahwa sejauh ini belum ada kabupaten/kota di Riau yang membuka posko khusus untuk penanganan dampak kabut asap. Pelayanan kesehatan masih dilakukan melalui Puskesmas yang ada di masing-masing wilayah.
"Sampai sekarang, belum ada yang membuka posko penanganan dari ancaman kabut asap Karhutla. Jadi semuanya masih dilakukan di Puskesmas di daerah," terangnya.
Meski demikian, beberapa pemerintah daerah disebut sudah mulai mengambil langkah-langkah antisipasi dengan membagikan masker kepada masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang terdampak langsung.
"Kami sudah arahkan mereka untuk menangani, bahkan dari kabupaten/kota sudah ada yang membagikan masker. Tapi untuk posko di lapangan memang belum," tambahnya.
Dinkes Riau juga menyatakan kesiapan untuk mengambil tindakan lanjutan bila situasi memburuk.
"Kami masih menunggu perkembangan dan kebutuhan di lapangan, tapi pada prinsipnya kami siap," tegas drg Sri.
Dinkes mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gangguan kesehatan, terutama gejala pernapasan, serta menghindari aktivitas di luar ruangan bila kabut asap mulai pekat.
Penggunaan masker dan menjaga asupan air juga dianjurkan untuk mengurangi dampak paparan partikel berbahaya dari asap.

