HUT ke-15 NasDem Berdoa, 6 Agama Satukan Harapan untuk Kerukunan Riau

HUT-ke-15-NasDem-2.jpg
HUT ke-15 NasDem di Riau dilaksanakan melalui doa bersama lintas agama (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Partai NasDem di Provinsi Riau dilaksanakan melalui kegiatan doa bersama lintas agama yang digelar di Kantor DPW Partai NasDem Riau, Pekanbaru, Kamis, 5 November 2026 malam.

Mengusung semangat kebersamaan dan persaudaraan, kegiatan bertajuk NasDem Berdoa tersebut menghadirkan perwakilan enam agama, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. 

Masing-masing perwakilan memanjatkan doa sesuai keyakinan sebagai bentuk harapan bersama bagi kedamaian, persatuan, serta kerukunan masyarakat di Bumi Lancang Kuning.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan bertambahnya usia Partai NasDem, tetapi juga menjadi pesan bahwa perbedaan agama, suku, dan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun persaudaraan.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW Partai NasDem Riau, Dedi Harianto Lubis, mengatakan doa lintas agama tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen NasDem dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat toleransi di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

Menurut Dedi, kerukunan harus terus dirawat melalui kebersamaan dan komunikasi antarelemen masyarakat. 

Momentum HUT ke-15 NasDem dimanfaatkan untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki pesan sosial dan kebangsaan.

"Melalui kegiatan doa lintas agama ini, kita berharap dapat membawa kesejukan bagi Riau. Ini menjadi harapan bersama agar persatuan dan kesatuan yang selama ini sudah terjalin tetap terjaga," ujar Dedi.


Ia menilai, keberagaman yang dimiliki Indonesia, termasuk Provinsi Riau, merupakan kekayaan sekaligus kekuatan bangsa. 

Namun, kekuatan tersebut hanya dapat terpelihara apabila seluruh masyarakat memiliki kesadaran untuk saling menghormati dan menjaga hubungan baik tanpa mempermasalahkan perbedaan keyakinan.

Dedi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak membiarkan perbedaan menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, setiap perbedaan harus ditempatkan sebagai bagian dari identitas bangsa yang dipersatukan oleh semangat Merah Putih.

"Keberagaman ini adalah kekuatan kita. Karena itu, kebersamaan dan silaturahmi harus terus kita jaga. Kita semua satu kesatuan di bawah naungan Merah Putih," tegasnya.

Lebih jauh, Dedi menyebut pelaksanaan doa bersama tersebut juga memiliki keterkaitan dengan momentum Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November.

Baginya, perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan merupakan pengingat bahwa persatuan menjadi salah satu modal utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Para pahlawan, katanya, telah berjuang tanpa membedakan latar belakang demi satu tujuan, yakni kemerdekaan Indonesia. Semangat pengorbanan dan persaudaraan tersebut harus terus diwariskan kepada generasi penerus.

"Ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk merefleksikan bagaimana menjaga keutuhan bangsa yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan. Jangan sampai perbedaan justru membuat kita terpecah belah," ungkapnya.

Pelaksanaan NasDem Berdoa ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-15 Partai NasDem yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia. 

Kegiatan serupa dilaksanakan di berbagai kantor DPW dan DPD NasDem sebagai bentuk refleksi sekaligus ungkapan rasa syukur atas perjalanan partai tersebut.

Melalui kegiatan ini, DPW Partai NasDem Riau berharap pesan toleransi tidak berhenti sebatas seremonial peringatan hari jadi partai. Lebih dari itu, semangat saling menghormati, memperkuat persaudaraan, dan menjaga kerukunan diharapkan dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dedi pun mengajak seluruh masyarakat Riau untuk mengambil bagian dalam menjaga suasana damai dan harmonis, sehingga keberagaman yang ada tetap menjadi perekat persatuan.

"Harapan kita, Riau tetap menjadi daerah yang sejuk, aman, dan damai. Mari bersama-sama menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, serta mempertahankan keutuhan bangsa," tutupnya.