RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sebanyak 14 paroki dari 10 Kabupaten/Kota di Riau akan mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik III Provinsi Riau pada 30 Oktober hingga 1 November 2026. Kegiatan ini dipusatkan di SD Santa Maria Pekanbaru, Jalan Ahmad Yani.
Panitia memperkirakan sekitar 1.500 peserta akan ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Persiapan terus dilakukan, termasuk menyambut kedatangan para peserta dari berbagai paroki.
Ketua Pesparani III Riau, Probel Sihombing, mengatakan sejumlah perlombaan akan digelar, mulai dari paduan suara, mazmur, tutur Kitab Suci, hingga cerdas cermat rohani. Perlombaan tersebut dibagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan kelompok usia.
“Untuk perlombaan, ada paduan suara, mazmur, tutur Kitab Suci, dan cerdas cermat rohani. Setiap kategori juga dibagi berdasarkan kelompok usia,” ujar Probel dalam siaran pers, Senin, 26 Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan misa pembukaan pada Jumat sore di Gereja Santa Maria Fatima Pekanbaru. Misa tersebut direncanakan dipimpin oleh Uskup Keuskupan Padang, Mgr. Vitus Rubianto Solichin, S.X.
Misa konselebrasi itu juga direncanakan melibatkan sekitar 12 pastor, 10 suster, dan lima frater.
Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Riau, Pandapotan Sitanggang, mengatakan Pesparani III menjadi bagian dari persiapan menuju Pesparani Nasional IV yang dijadwalkan berlangsung di Sulawesi Utara pada 2027.
Menurutnya, kegiatan tingkat provinsi ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengasah kemampuan sekaligus menjaring talenta yang akan dipersiapkan untuk mengikuti perlombaan di tingkat nasional.
“Kami berharap seluruh pihak dapat memberikan dukungan agar Pesparani III Riau berjalan dengan baik,” kata Pandapotan.
Ia menambahkan bahwa Pesparani juga menjadi kesempatan bagi umat Katolik untuk menunjukkan peran dan kontribusinya dalam kehidupan bermasyarakat di Riau.
*Menag Diharapkan Hadir Membuka Pesparani III Riau*
Pandapotan mengatakan, panitia juga tengah menjalin komunikasi dengan Kementerian Agama untuk mengupayakan kehadiran Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam pembukaan Pesparani III Riau.
Menurutnya, kehadiran Menteri Agama akan menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa keberagaman bukan penghalang bagi masyarakat Riau untuk hidup rukun dan saling menghormati.
“Kami masih berkomunikasi dengan pihak Kemenag. Semoga ada kabar baik terkait kehadiran beliau. Tentu menjadi kehormatan bagi kami jika Pak Menteri Agama bisa hadir sekaligus membuka kegiatan ini,” ujarnya.
Bagi Pandapotan, Pesparani bukan sekadar perayaan iman melalui nyanyian dan perlombaan.
Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi umat Katolik untuk merawat persaudaraan lintas perbedaan sekaligus memperkuat semangat toleransi di Bumi Lancang Kuning.
Berdasarkan data Kementerian Agama tahun 2025, jumlah umat Katolik di Provinsi Riau tercatat lebih dari 80 ribu jiwa. Jumlah tersebut diperkirakan dapat berubah seiring dengan pembaruan data kependudukan dan semakin tertibnya pencatatan identitas keagamaan.
Pandapotan mengatakan, LP3KD mendorong setiap kontingen untuk mempersiapkan diri secara maksimal. Persiapan itu mencakup kemampuan bermusik, kekompakan tim, serta penghayatan terhadap makna lagu yang dibawakan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Pesparani tidak hanya berorientasi pada kemenangan.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Riau.
“Pesparani ini bukan hanya soal siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun persaudaraan, persatuan, dan kerukunan. Kami ingin Pesparani III menjadi ruang bagi umat Katolik untuk bernyanyi bagi Tuhan sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan sebagai bagian dari masyarakat Riau yang beragam,” tutup Pandapotan.

