Antisipasi Banjir, Tim Lestari Dikerahkan Bersihkan Drainase Rawan Genangan

Pengerukan-drainase-di-arifin.jpg
Proses pengerukan drainase di Jalan Arifin Ahmad. (LARAS OLIVIA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai memperkuat langkah antisipasi banjir menjelang peralihan cuaca dari musim panas ke musim penghujan. Pembersihan parit dan saluran drainase kini diprioritaskan pada kawasan yang selama ini kerap mengalami genangan saat hujan turun.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan telah menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk mengaktifkan Tim Lestari serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir di wilayah masing-masing.

Instruksi tersebut telah disampaikan sekitar dua pekan lalu. Pada tahap awal, tim Lestari diarahkan membersihkan parit dan saluran drainase, terutama yang mengalami pendangkalan maupun penyumbatan sehingga berpotensi menghambat aliran air.

"Sekarang kita fokuskan ke daerah yang di setiap kelurahan itu memang selama ini berpotensi rawan genangan. Jadi, kita arahkan ke situ," kata Markarius.

Menurutnya, pola kerja tim Lestari kini diarahkan agar lebih efektif dan tepat sasaran. Jika sebelumnya pembersihan dilakukan di sejumlah kawasan secara umum, saat ini penanganan diprioritaskan pada titik-titik yang memiliki riwayat genangan ketika hujan turun.

Selama dua pekan pelaksanaan, camat dan lurah diminta memetakan kawasan rawan banjir di wilayah masing-masing sekaligus mengidentifikasi solusi yang dibutuhkan. Pemetaan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.



Markarius menyebutkan, pihaknya berencana kembali memanggil seluruh camat dan lurah dalam pekan ini guna mengevaluasi pelaksanaan tugas tim Lestari di lapangan.

"Seluruh lurah saya minta memetakan daerah masing-masing, mana yang berpotensi rawan, apa solusinya. Saat hujan, dilihat dan dicek," jelasnya.

Pemantauan saat hujan turun juga menjadi bagian penting dalam upaya mengidentifikasi persoalan drainase. Lokasi yang masih mengalami genangan akan dicatat sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan sesuai kondisi di lapangan.

Dengan langkah tersebut, pengerahan personel untuk kegiatan gotong royong maupun dukungan peralatan dari organisasi perangkat daerah (OPD) teknis diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah.

Selain mengoptimalkan tim Lestari dan gotong royong masyarakat, Pemko Pekanbaru memperkuat koordinasi lintas OPD untuk menangani persoalan drainase yang tidak dapat diselesaikan melalui pembersihan manual.

Markarius mengakui, tim Lestari memiliki keterbatasan personel dan peralatan. Karena itu, camat dan lurah diminta berkoordinasi dengan OPD teknis, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Beberapa pekerjaan memang tidak bisa dibersihkan oleh tim Lestari karena membutuhkan alat. Itu kita hubungkan dengan PUPR agar mendapat dukungan. Kita sudah arahkan PUPR untuk memprioritaskan pekerjaan penanganan dan antisipasi genangan serta banjir," ungkapnya.

Markarius menegaskan, penanganan drainase harus mengutamakan kawasan yang paling membutuhkan intervensi. Aspirasi masyarakat terkait pembersihan saluran air tetap menjadi perhatian pemerintah, tetapi lokasi dengan risiko genangan lebih tinggi harus didahulukan.

Melalui pemetaan wilayah, evaluasi berkala, dan dukungan lintas OPD, Pemko Pekanbaru berharap upaya pencegahan dapat dilakukan lebih efektif sehingga risiko genangan dan banjir saat musim penghujan dapat diminimalkan.