Satpol PP Pekanbaru Periksa Pengelola Kafe Laksamana Muda soal Video Viral

Kafe-Laksamana-Muda.jpg
Kafe Laksamana Muda (Istimewa/TikTok)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru masih mendalami video viral yang menampilkan dugaan aksi penyimpangan di Kafe Laksamana Muda, Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru.

Pengelola kafe tersebut telah dipanggil ke Markas Komando (Mako) Satpol PP Kota Pekanbaru untuk dimintai keterangan terkait dugaan aktivitas yang menjadi sorotan masyarakat tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Desheriyanto, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal terhadap pengelola. Namun, hingga kini belum ada kesimpulan mengenai peristiwa yang terekam dalam video tersebut.

"Pengelola sudah kami panggil. BAP (Berita Acara Pemeriksaan)-nya sudah ada. Masih kami dalami," kata Desheriyanto, Rabu 21 Oktober 2026.

Menurutnya, Satpol PP masih mempelajari keterangan yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan untuk memastikan duduk perkara kejadian tersebut.

Pihaknya juga belum dapat memastikan apakah aksi yang terekam dalam video itu murni merupakan spontanitas pengunjung atau terdapat keterlibatan pihak pengelola kafe.

"Kita lihat dari BAP-nya dulu. Masih didalami," ujar Desheriyanto.

Sebelumnya, manajemen Kafe Laksamana Muda telah memberikan klarifikasi terkait video yang beredar luas di media sosial. Manajemen membantah tudingan bahwa pihaknya menyelenggarakan pesta atau acara LGBT di lokasi tersebut.

Klarifikasi itu disampaikan melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun media sosial Laksamana Muda. Manajemen menegaskan, video yang beredar merupakan potongan aktivitas pengunjung dan bukan bagian dari acara yang diselenggarakan, difasilitasi, ataupun didukung oleh pihak kafe.



Menurut penjelasan manajemen, kejadian bermula ketika seorang tamu datang bersama keluarga dan teman-temannya untuk makan dan minum seperti pengunjung pada umumnya.

Menjelang waktu tutup, sekitar pukul 23.00 WIB, beberapa pengunjung disebut meminta tamu tersebut berjoget dengan iming-iming akan diberikan saweran. Tamu itu kemudian membuka jaket dan berjoget.

Momen tersebut direkam melalui siaran langsung oleh pengunjung. Cuplikan videonya kemudian tersebar di media sosial dengan narasi yang menyebutkan seolah-olah aksi tersebut merupakan bagian dari acara yang digelar oleh pihak kafe.

"Kami menegaskan bahwa pemberitaan yang menyebut adanya pesta atau event LGBT di Laksamana Muda tidak benar. Kami tidak menyelenggarakan, memfasilitasi, ataupun mendukung acara sebagaimana yang dituduhkan," demikian pernyataan resmi manajemen.

Manajemen juga menegaskan bahwa aktivitas tersebut merupakan tindakan pribadi pengunjung, bukan bagian dari acara, program, maupun arahan pihak Laksamana Muda.

Sementara itu, Baren, salah seorang yang terlihat dalam video viral tersebut, turut memberikan klarifikasi mengenai kejadian yang sebenarnya.

Ia mengaku datang ke kafe sekitar pukul 21.00 WIB bersama teman-temannya untuk makan dan minum. Sekitar dua jam kemudian, beberapa pengunjung memintanya berjoget dengan iming-iming saweran.

"Saya sekitar pukul 21.00 WIB datang bersama teman-teman untuk makan minum. Sekitar pukul 23.00 WIB saya diminta beberapa pengunjung untuk berjoget dan diimingi akan disawer. Saya kemudian membuka jaket dan berjoget seperti yang terlihat pada video, lalu momen tersebut cuplikannya tersebar di media sosial. Saya berjoget atas permintaan beberapa pengunjung," ungkap Baren.

Ia menegaskan, aksi tersebut bukan bagian dari acara ataupun arahan manajemen Kafe Laksamana Muda. Menurutnya, aksi itu terjadi secara spontan atas permintaan sejumlah pengunjung.

Baren juga membantah isu yang menyebut dirinya mengikuti pesta LGBT. Ia menyatakan hanya berjoget selama beberapa menit dan bukan dalam rangka menghadiri acara seperti yang dinarasikan di media sosial.

Ia menambahkan, kejadian tersebut dapat ditelusuri melalui rekaman kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di dalam ruangan kafe.

Atas kegaduhan yang muncul akibat video tersebut, Baren menyampaikan penyesalan dan meminta maaf kepada masyarakat.

Meski pihak manajemen dan Baren telah memberikan klarifikasi, Satpol PP Kota Pekanbaru masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi serta ada atau tidaknya keterlibatan pengelola dalam peristiwa tersebut.