Pesan Afni pada Mahasiswa UNRIDA, Harus Kritis Pahami Persoalan Masyarakat

Pesan-Afni-pada-Mahasiswa-UNRIDA-Harus-Kritis-Pahami-Persoalan-Masyarakat.jpg
Bupati Siak Afni Zulkifli saat menjadi narasumber dalam kegiatan PKKMB UNRIDA di Balairung Datuk Empat Suku, Komplek Rumah Rakyat, Selasa 20 Oktober 2026. (Dok. Humas Pemkab Siak)

RIAU ONLINE, SIAK – Bupati Siak Afni Zulkifli mengingatkan mahasiswa baru Universitas Riau Indonesia (UNRIDA) agar tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga mampu berpikir kritis dan memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurut Afni, mahasiswa merupakan calon pemimpin masa depan yang memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan daerah.

Karena itu, mahasiswa harus mampu melihat persoalan secara objektif, memahami substansinya, serta menawarkan gagasan yang dapat menjadi solusi bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Afni saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 UNRIDA di Balairung Datuk Empat Suku, Komplek Rumah Rakyat, Selasa 20 Oktober 2026. 

Kegiatan itu mengusung tema “Intelektual UNRIDA Unggul, Berkarakter, Berdampak” diikuti Afni Z melalui Zoom Meeting.

Afni menegaskan, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori yang dipelajari di ruang perkuliahan. Mereka juga harus mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kenyataan di lapangan, termasuk berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

“Hari ini kita harus cepat adaptif dan bersiap menghadapi perubahan yang bisa terjadi kapan saja. Kita tidak bisa lagi berpatokan pada nilai-nilai teoretis tanpa melihat fakta-fakta di lapangan. Banyak hal yang terjadi di lapangan berkembang lebih cepat daripada teori yang ada di buku,” kata Afni.



Bupati perempuan pertama di Kabupaten Siak itu juga menyoroti pentingnya sikap kritis yang disertai pemahaman mendalam. Menurutnya, mahasiswa harus mampu membedakan kritik yang berangkat dari kajian dan fakta dengan kritik yang hanya mengikuti pendapat orang lain.

“Mahasiswa sejati harus paham substansi apa yang perlu dikritisi, bukan menjadi bagian yang hanya ikut-ikutan mengkritisi. Mahasiswa sejatinya bagian dari solusi bangsa. Kalau punya ide untuk memperbaiki sesuatu, silakan sampaikan melalui wadah yang ada,” ujarnya.

Afni Z berharap mahasiswa UNRIDA dapat menjadikan lingkungan kampus sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan berpikir, mengasah kepekaan sosial, serta membangun keberanian menyampaikan gagasan yang bermanfaat bagi daerah.

Ia menilai, masih banyak persoalan di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian dan kajian ilmiah. Karena itu, mahasiswa didorong mulai mengenali persoalan di sekitarnya dan menjadikannya sebagai bahan penelitian maupun gagasan untuk perbaikan.

Selain menekankan peran sosial mahasiswa, Afni Z mengingatkan pentingnya memanfaatkan masa perkuliahan secara optimal. Mahasiswa diminta mengenali bidang yang diminati sejak awal, merancang topik penelitian, dan berupaya menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Ia juga menegaskan bahwa pencapaian akademik harus berjalan seiring dengan pembentukan akhlak.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Karmila Sari, mengajak mahasiswa membangun karakter, kedisiplinan, dan ketekunan sejak awal perkuliahan.

Menurutnya, keberhasilan tidak dapat dicapai melalui kebiasaan serba instan, melainkan melalui proses belajar yang konsisten dan kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan.

“Jangan sampai kebiasaan serba instan menghilangkan karakter dan ketekunan kita. Ketekunan adalah proses yang membentuk kemampuan dan kepercayaan diri. Kalau itu terus dijaga, saya yakin kalian akan siap menghadapi tantangan di masa depan,” kata Karmila.

Rektor UNRIDA, Prof. Indrayani, mengatakan PKKMB bertujuan membekali mahasiswa baru dengan pengetahuan dan wawasan praktis mengenai kehidupan kampus. Kegiatan tersebut diharapkan membantu mahasiswa memahami proses pembelajaran, mempersiapkan penyelesaian studi tepat waktu, serta mendorong kontribusi bagi daerah dan bangsa.

“Manfaatkan PKKMB ini dengan sebaik-baiknya agar wawasan semakin terbuka lebar, mengenal dunia kampus dan proses pembelajaran yang akan dijalani. Mudah-mudahan pertemuan ini bisa menghasilkan generasi muda yang unggul, berkarakter dan berdampak,” ujar Indrayani, yang akrab disapa Prof. Yani.

Dalam kesempatan itu, Indrayani turut memperkenalkan sejumlah program UNRIDA, salah satunya Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja untuk melanjutkan pendidikan tinggi, dengan pengakuan terhadap pengalaman dan capaian pembelajaran sebelumnya sesuai ketentuan yang berlaku.