RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pelarian begal menggunakan senjata api di Jalan Mustafa Yatim, Kelurahan Tangkerang, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, berakhir di tangan Satreskrim Polresta Pekanbaru, Kamis, 8 Oktober 2026.
Dalam aksi tersebut, pelaku diduga mengaku atau berpura-pura sebagai anggota polisi untuk menakut-nakuti korban.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru kemudian berhasil menangkap seorang pelaku berinisial HS. Sementara seorang rekannya berinisial RS yang diduga membawa senjata saat beraksi masih dalam pengejaran.
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah melalui Kanit Jatanras, Ipda Jericho Salahudin Pattimura mengatakan, aksi tersebut terjadi pada Selasa, 22 September 2026 sekitar pukul 03.55 WIB.
Saat kejadian, korban sedang duduk di teras rumah. Tiba-tiba, dua pria menggunakan sepeda motor Yamaha NMax warna hitam datang menghampiri. Salah seorang pelaku kemudian menanyai korban dengan alasan mencurigai korban menggunakan narkotika.
“Kamu ngapain di luar malam-malam? Kamu nyabu ya?” ujar pelaku kepada korban.
Korban membantah menggunakan narkotika. Namun, pelaku lainnya yang berada di atas sepeda motor kemudian mengeluarkan pistol berwarna silver dari pinggang dan menodongkannya ke arah paha korban.
Pelaku selanjutnya masuk ke dalam rumah dan memeriksa jok sepeda motor yang terparkir di ruang tamu. Aksi tersebut dilakukan sambil tetap menodong korban.
"Pelaku masuk ke dalam rumah memeriksa jok sepeda motor yang terparkir di ruang tamu sambil menodong korban," ujar Ipda Jericho.
Dalam aksinya, pelaku kemudian mengambil dua unit handphone milik korban. Situasi semakin mencekam ketika seorang saksi panik dan berlari menuju kamar. Pelaku mengejarnya sembari berteriak agar saksi tidak melarikan diri.
Pelaku kemudian diduga melepaskan tembakan ke arah pintu rumah sebelum kabur menggunakan sepeda motor bersama rekannya.
Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan penyelidikan. Petugas mengumpulkan keterangan dan menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Hasil penyelidikan mengarah kepada HS. Polisi akhirnya menangkap HS pada Sabtu, 3 Oktober 2026 sekitar pukul 05.30 WIB di kawasan Kilometer 19 Jalan Lintas Timur.
"Untuk pelaku yang kita amankan inisial HS. Untuk pelaku yang satu lagi dalam pengejaran," jelas Jericho.
Dari penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit Yamaha NMax warna hitam dengan nomor polisi BM 4519 HV yang diduga digunakan pelaku saat mendatangi rumah korban.
Polisi juga mengamankan satu helm merek NHK warna hijau, satu jaket warna hitam lis merah yang diduga digunakan pelaku serta satu flashdisk berisi rekaman CCTV.
Sementara senjata yang digunakan dalam aksi tersebut belum ditemukan. Polisi menduga senjata itu dibawa oleh RS yang hingga kini masih diburu.
"Untuk senjata api saat ini kita duga airsoft gun, karena di TKP tidak ditemukan selongsong peluru tajam itu," jelas Jericho.
Selain kasus begal, HS juga diduga terlibat sejumlah aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut menangkap seorang rekannya berinisial K yang diduga terlibat tindak pidana curanmor.
Beberapa lokasi yang diduga menjadi sasaran HS yakni pencurian Yamaha NMax di Jalan Harapan Raya, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Selain itu, terdapat dugaan pencurian Yamaha R15 dan Kawasaki Ninja di wilayah Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.
“Kita mengimbau jika ada korban yang mungkin belum membuat laporan terkait TKP yang tadi saya sebutkan, bisa membuat laporan di wilayah masing-masing. Misalnya yang di Kerinci, membuat laporan di Polsek Pelalawan atau Polsek Pangkalan Kerinci," terang Jericho.
Dalam perkara begal tersebut, HS dijerat Pasal 479 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.
"HS merupakan residivis. Sebelumnya, ia pernah terlibat perkara tindak pidana narkotika serta kasus bongkar rumah di Dumai," pungkasnya.
Saat ini, polisi masih memburu RS yang diduga membawa senjata saat aksi begal berlangsung.Jika ingin, saya juga bisa membuatkan beberapa pilihan judul yang lebih menarik, tajam, dan bernuansa kriminal dari berita ini.

