RIAU ONLINE, ROHUL - Seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), dilaporkan melarikan diri, Senin, 5 Oktober 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.
Warga binaan tersebut diduga berhasil melarikan diri dengan cara memanjat atau melompati tembok pembatas lapas yang memiliki ketinggian cukup tinggi.
Peristiwa kaburnya warga binaan tersebut langsung memicu kepanikan dan membuat petugas Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian bersama aparat kepolisian melakukan pengejaran.
Kalapas Kelas IIB Pasir Pengaraian, Efendi Parlindungan Purba, membenarkan adanya satu warga binaan yang melarikan diri dari dalam lapas.
"Iya, benar. Saat ini sedang dilakukan pengejaran," kata Efendi kepada RIAUONLINE, Senin, 5 Oktober 2026.
Menurut Efendi, berdasarkan informasi sementara yang diterima pihak lapas, warga binaan tersebut diduga masih berada di sekitar kawasan hutan yang berada tepat di belakang lingkungan Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian.
Petugas pun langsung melakukan penyisiran dan pengepungan di kawasan tersebut untuk mencegah warga binaan yang kabur keluar dari area hutan.
"Saat ini sedang dilakukan pengepungan menyeluruh di area tersebut," ungkap Efendi.
Dalam proses pencarian tersebut, pihak Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian juga mendapat bantuan dari jajaran Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu.
Aparat kepolisian bersama petugas lapas dikerahkan untuk mempersempit ruang gerak warga binaan tersebut. Efendi mengatakan, warga binaan yang melarikan diri tersebut merupakan narapidana dalam perkara narkotika.
"Napi kasus narkoba. Mohon doa agar segera ditangkap. Saat ini pihak Polres Rohul ikut membantu melakukan pencarian dan penangkapan," tegasnya.
Hingga Senin malam, proses pengejaran masih berlangsung. Petugas terus melakukan penyisiran di kawasan hutan yang diduga menjadi lokasi persembunyian warga binaan tersebut.
Pihak lapas juga memperketat pengepungan agar warga binaan tersebut tidak berhasil keluar dari kawasan hutan dan melarikan diri lebih jauh.
Meski membenarkan adanya peristiwa tersebut, pihak Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian belum memberikan informasi secara lengkap mengenai identitas warga binaan yang kabur.
Belum diketahui pula secara rinci bagaimana warga binaan tersebut bisa mencapai bagian tembok pembatas dan kemudian berhasil melewatinya.

