Asap Tebal Selimuti Pekanbaru, Kualitas Udara Sore Ini Tidak Sehat

Asap-di-Pekanbaru2.jpg
Asap tebal akibat karhutla kembali menyelimuti Pekanbaru (HERIANTO WIBOWO/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Pekanbaru, Senin 5 Oktober 2026 sore. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kualitas udara yang berada pada level tidak sehat.

Berdasarkan data pemantauan kualitas udara IQAir.com pada pukul 17.00 WIB, Indeks Kualitas Udara atau AQI⁺ Pekanbaru tercatat 183 berdasarkan standar US AQI. Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.

Polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 101,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Kondisi ini menunjukkan tingginya konsentrasi partikel halus di udara yang berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.



Pada saat yang sama, kondisi cuaca di Pekanbaru tercatat berada pada suhu 28 derajat Celsius, dengan kecepatan angin hanya sekitar 3 kilometer per jam dan kelembapan udara mencapai 73 persen.

Minimnya kecepatan angin berpotensi membuat asap dan partikel polutan bertahan lebih lama di udara sehingga kualitas udara dapat memburuk apabila konsentrasi asap terus meningkat.

Masyarakat Pekanbaru diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah dapat menjadi langkah pencegahan ketika kondisi udara berada pada kategori tidak sehat.

Kondisi kualitas udara ini juga perlu menjadi perhatian, mengingat paparan PM2.5 dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila terhirup secara terus-menerus.