RIAU ONLINE, PEKANBARU – Kekayaan budaya lokal Kabupaten Kampar berhasil dibawa ke panggung kompetisi nasional oleh dua mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau. Vazaldy Khoiri dan Fahmi sukses meraih Bronze Medal dalam ajang National Writing Festival (NWF) 6 yang digelar Nusantara Muda bersama Politeknik TEDC Bandung.
Prestasi tersebut diraih setelah keduanya mempresentasikan karya tulis ilmiah yang mengangkat tradisi masyarakat Kabupaten Kampar, yakni Aghi Ayo Onam, dalam kompetisi yang berlangsung di Bandung pada 2–3 Oktober 2026.
Karya berjudul “AGHI AYO ONAM: TRADISI HARI RAYA PUASA ENAM HARI DI BULAN SYAWAL SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA DAN PEREKAT SOSIAL MASYARAKAT KABUPATEN KAMPAR” itu mengkaji tradisi lokal tidak hanya dari sisi keagamaan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya, kehidupan sosial, serta potensi pengembangan pariwisata daerah.
Vazaldy mengatakan, pemilihan Aghi Ayo Onam sebagai tema penelitian berangkat dari keinginan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kampar melalui pendekatan ilmiah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa tradisi lokal seperti Aghi Ayo Onam memiliki nilai yang sangat kuat, bukan hanya dari sisi keagamaan, tetapi juga dari sisi budaya dan sosial. Tradisi ini merupakan bagian dari identitas masyarakat Kampar yang menurut kami penting untuk terus dikenalkan kepada generasi muda.”
Menurutnya, budaya lokal memiliki peluang untuk mendapatkan perhatian lebih luas apabila dikaji dan dikemas dengan pendekatan yang tepat.
“Melalui karya ini, kami berharap Aghi Ayo Onam tidak hanya dikenal oleh masyarakat Kampar, tetapi juga dapat diketahui oleh masyarakat di luar daerah. Kami ingin menunjukkan bahwa kearifan lokal juga bisa menjadi sumber gagasan yang menarik untuk dikaji secara akademik,” ujarnya.
Sementara itu, Fahmi menyebut pencapaian Bronze Medal dalam NWF 6 menjadi pengalaman berharga bagi mereka. Menurutnya, proses mengikuti kompetisi tersebut memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dalam melakukan penelitian, menyusun karya ilmiah, hingga mempresentasikan gagasan di hadapan para penilai.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa mendapatkan Bronze Medal. Bagi kami, penghargaan ini bukan hanya tentang medali, tetapi juga menjadi pengalaman dan motivasi untuk terus berkarya serta mengangkat potensi daerah melalui tulisan ilmiah.”
Fahmi berharap karya yang mereka hasilkan dapat memberikan kontribusi terhadap upaya pelestarian budaya lokal, khususnya di Kabupaten Kampar.
“Kami berharap penelitian ini bisa menjadi salah satu langkah kecil untuk ikut menjaga tradisi Aghi Ayo Onam. Generasi muda harus mengetahui bahwa daerah kita memiliki banyak budaya yang bernilai dan layak untuk diperkenalkan lebih luas,” katanya.
National Writing Festival 6 mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dengan beragam gagasan, penelitian, dan inovasi.
Persaingan dalam ajang tersebut cukup ketat. Peserta dituntut tidak hanya menghasilkan karya dengan gagasan yang kuat, tetapi juga mampu menyajikan penelitian secara sistematis serta mempertanggungjawabkan substansinya di hadapan tim penilai.
Di tengah persaingan tersebut, karya Vazaldy dan Fahmi yang mengangkat Aghi Ayo Onam berhasil mendapatkan apresiasi hingga mengantarkan keduanya meraih Bronze Medal NWF 6.
Capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa isu dan budaya lokal memiliki ruang untuk tampil di tingkat nasional ketika dikemas melalui kajian ilmiah yang menarik dan relevan.
Prestasi Vazaldy Khoiri dan Fahmi juga menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam membawa nama UIN Sultan Syarif Kasim Riau ke tingkat nasional.
Keikutsertaan dalam kompetisi karya tulis ilmiah menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, melakukan penelitian, menyusun argumentasi, sekaligus mengomunikasikan gagasan secara akademis.
Menariknya, karya yang mereka bawa tidak mengangkat isu yang jauh dari lingkungan masyarakat. Sebaliknya, mereka menjadikan tradisi lokal Kampar sebagai sumber gagasan akademik.
Dalam karya tersebut, Aghi Ayo Onam ditempatkan sebagai salah satu bentuk identitas budaya dan perekat sosial masyarakat Kabupaten Kampar.
Di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, keberadaan tradisi lokal menghadapi tantangan tersendiri. Generasi muda kini memiliki akses luas terhadap berbagai budaya dari luar sehingga pengenalan terhadap budaya daerah menjadi semakin penting.
Tradisi yang melibatkan masyarakat secara langsung dapat menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, membangun rasa kebersamaan, sekaligus mempertahankan nilai-nilai yang diwariskan dari generasi sebelumnya.
Perolehan Bronze Medal dalam National Writing Festival 2026 menjadi pengalaman sekaligus motivasi bagi Vazaldy dan Fahmi untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang mengangkat persoalan maupun potensi daerah.
Keduanya berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk tidak ragu mengangkat persoalan di lingkungan sekitar sebagai bahan penelitian.
Bagi mereka, budaya lokal tidak hanya menjadi warisan yang harus dijaga, tetapi juga dapat menjadi sumber pengetahuan dan gagasan yang memiliki nilai akademik.
Keberhasilan dua mahasiswa UIN Sultan Syarif Kasim Riau tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kearifan lokal Riau memiliki ruang untuk diperkenalkan di tingkat nasional melalui karya ilmiah.

