Kuota Naik! 66 Mahasiswa Riau Lolos Beasiswa Sawit BPDP 2026 di Unilak Pekanbaru

faperta-unilak2.jpg
90 mahasiswa penerima Beasiswa Sawit BPDP 2026 resmi diterima di Faperta Unilak (Dok. Unilak)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Kabar gembira datang dari Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru. Sebanyak 90 mahasiswa penerima Beasiswa Sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) Tahun 2026 resmi diterima dan telah kuliah di Fakultas Pertanian (Faperta) Unilak. Capaian ini menjadi rekor, karena di tahun 2026 ini terjadi penambahan kuota secara signifikan.‎

‎Dekan Fakultas Pertanian Unilak, Dr. Amalia, membenarkan hal tersebut. Ia menyampaikan rasa syukur dan bangga karena kepercayaan BPDP kepada Unilak sebagai kampus penyelenggara beasiswa sawit terus meningkat setiap tahun.

‎"Alhamdulillah, tahun 2026 ini ada penambahan kuota. Total 90 mahasiswa yang diterima di Unilak, ini jumlah terbesar selama kita menjadi mitra BPDP. Mereka kuliah di tiga Prodi Agrobisnis, Teknologi Hasil Pertanian, dan Agro teknologi " ujar Dr. Amalia.‎

‎Berdasarkan data Kelompok Berdasarkan Provinsi BPDP 2026, dari 90 mahasiswa tersebut, mayoritas berasal dari Provinsi Riau dengan total 66 mahasiswa. Rinciannya, Kabupaten Indragiri Hilir menjadi penyumbang terbanyak dengan 18 mahasiswa, disusul Bengkalis 12 mahasiswa, Siak 6, Rokan Hilir 5, dan sisanya tersebar di Indragiri Hulu 7, Kampar 4, Pekanbaru 4, Pelalawan 4, Rokan Hulu 4, dan Kuantan Singingi 2 mahasiswa.‎



‎Tidak hanya dari Riau, daya tarik Beasiswa Sawit Unilak juga menjangkau luar provinsi. Sebanyak 24 mahasiswa lainnya berasal dari 5 provinsi berbeda, yakni Sumatera Utara 10 mahasiswa, Sumatera Barat 7 mahasiswa, Jambi 4 mahasiswa, Kalimantan Barat 2 mahasiswa, dan Papua 1 mahasiswa dari Jayapura. Hal ini menunjukkan Unilak telah menjadi kampus tujuan nasional untuk studi sawit berkelanjutan.

‎Menurut Dr. Amalia, beasiswa sawit BPDP merupakan program strategis untuk mencetak SDM unggul di bidang perkebunan kelapa sawit. Para mahasiswa penerima akan mendapatkan pembiayaan penuh mulai dari biaya pendidikan, biaya hidup, hingga magang. 

"Ini adalah kesempatan emas. Kami di Faperta siap mencetak lulusan yang tidak hanya paham budidaya sawit, tapi juga aspek keberlanjutan dan hilirisasi," tegasnya.

‎Dengan bertambahnya kuota menjadi 90 mahasiswa, Unilak semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat pendidikan kelapa sawit terkemuka di Sumatera. Pihak fakultas berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan beasiswa ini dengan maksimal dan nantinya kembali membangun daerah asalnya, terutama daerah-daerah sentra sawit seperti Indragiri Hilir dan Bengkalis.

‎‎"Penyambutan resmi 90 mahasiswa telah dilakukan oleh bapak Wr II Dr Jeni Wardi, Kami ucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan pemerintah kepada Faperta, dukungan Rektor Unilak, tentu kami berpesan kepada mahasiswa untuk dapat mengikuti proses perkuliahan dengan baik dan mampu mengembangkan diri sehingga menjadi generasi unggul,” ujar Dr Amalia.