RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kabut asap di Provinsi Riau semakin pekat meski hujan telah turun, sejak beberapa hari lalu. Ibu Kota Provinsi Riau bahkan berada di peringkat ketiga kota paling berpolusi di Indonesia dengan indeks kualitas udara (AQI) mencapai 203 dalam kategori berbahaya.
Kepala BPBD Provinsi Riau M Edy Afrizal menduga kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Riau selama beberapa hari ini kemungkinan berasal dari Provinsi Jambi. Karena arah angin dari Jambi menuju ke Riau dan Sumatera Utara (Sumut).
"Kami koordinasi dengan BMKG, kabut asap hari ini diduga kiriman provinsi lain. Karena arah angin itu dari Lampung, mengarah ke Sumatera Selatan (Sumsel), Jambi dan menuju ke Riau dan Sumut. Berbatasan Jambi dan Sumsel itu ada Taman Nasional Sembilang yang sedang terjadi Karhutla," ujarnya.
Ia menjelaskan, di Provinsi Riau juga masih terjadi Karhutla. Namun, karhutla di Riau seharusnya tidak menyebabkan kabut asap sepekat hari ini.
"Karhutla di Riau terjadi di Kuala Cenaku di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan di Kerintang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Tinggal dua titik ini dan baru terjadi kemarin," jelasnya.
Menurutnya, karena hujan buatan OMC dan upaya seluruh tim penanggulangan Karhutla, titik kebakaran lain di Riau sudah padam.
"Kita juga sudah padamkan yang baru terjadi di Bengkalis, sekarang sedang tahap pendinginan. Bahkan, karena hujan merata beberapa hari lalu, 3 hari berturut-turut tidak ada Karhutla," pungkasnya.

