RIAU ONLINE, PEKANBARU – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Pekanbaru, Selasa 15 September 2026. Kondisi ini mulai berdampak pada aktivitas warga, dengan sejumlah warga mengeluhkan gangguan kesehatan seperti batuk dan sesak napas.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, terdapat 96 titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Provinsi Riau. Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 70 titik.
Meski tidak ditemukan titik panas di wilayah Kota Pekanbaru dalam pantauan BMKG, kabut asap tetap terlihat menyelimuti sejumlah kawasan di Pekanbaru. Penurunan kualitas udara juga mulai dirasakan masyarakat, terutama mereka yang harus beraktivitas di luar ruangan.
Sejumlah warga kembali menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan asap dan untuk mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan.
Salah seorang warga, Anggi mengaku mulai mengalami batuk sejak kabut asap menyelimuti langit Pekanbaru lebih kurang dua bulan belakangan ini.
“Udah mulai batuk mungkin karena kabut asap ini,” ujar Anggi.
Ia mengaku belum sempat memeriksakan keluhannya ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Keluhan serupa disampaikan Elda. Ia mengatakan kondisi udara yang semakin dipenuhi asap mulai mengganggu kenyamanan dan aktivitasnya.
“Sudah mulai batuk-batuk dan napas mulai sesak,” kata Elda.
Menurut Elda, keluhan tersebut sudah dirasakannya sejak sekitar sepekan terakhir. Ia pun mulai mengurangi aktivitas di luar rumah untuk menghindari paparan asap karhutla.
Kondisi ini membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kualitas udara memburuk. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan diimbau menggunakan masker dan mengurangi kegiatan di ruang terbuka jika tidak mendesak.
Masyarakat juga disarankan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya.
Kendati Pekanbaru tidak terdeteksi hotspot, keberadaan kabut asap menunjukkan dampak karhutla di wilayah Riau tetap perlu diwaspadai, khususnya terhadap kesehatan masyarakat.

