RIAU ONLINE, PEKANBARU – Udara Pekanbaru kembali memburuk. Di tengah ancaman asap dan karhutla yang belum sepenuhnya lepas dari Riau, kualitas udara Kota Bertuah terpantau masuk jajaran terburuk di Indonesia.
Berdasarkan tangkapan layar laman IQAir Rabu 9 September 2026 pukul 10.21 WIB. Pekanbaru berada di peringkat kedua kota paling berpolusi di Indonesia secara real time, dengan indeks AQI US mencapai 190.
Angka tersebut menempatkan Pekanbaru dalam kategori tidak sehat (unhealthy). Artinya, kualitas udara pada level tersebut sudah berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap polusi.
Pekanbaru bahkan hanya berada satu tingkat di bawah Pontianak. Dalam data yang sama, Pontianak tercatat sebagai kota dengan polusi udara tertinggi dengan AQI US mencapai 627.
Sementara itu, Jambi berada di posisi ketiga dengan AQI 185, disusul Serpong 172, Palangkaraya 168, Tangerang Selatan 164, Palembang 163, Tangerang 125, Jakarta 124, dan Surabaya 114.
Masuknya Pekanbaru ke posisi dua besar menjadi alarm tersendiri. Pasalnya, persoalan kualitas udara di ibu kota Provinsi Riau tersebut kembali muncul bersamaan dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap.
Indeks AQI yang mencapai 190 menunjukkan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas di luar ruangan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta mereka yang sensitif terhadap polusi, perlu mendapat perhatian lebih.
Namun, perlu dicatat, angka tersebut merupakan data real time. Posisi dan nilai AQI dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi atmosfer, arah angin, konsentrasi partikulat, serta sumber polusi yang terjadi di sekitar wilayah tersebut.
Berikut 10 Kota dengan AQI Tertinggi
Peringkat Kota AQI US
-
Pontianak 627
-
Pekanbaru 190
-
Jambi 185
-
Serpong 172
-
Palangkaraya 168
-
Tangerang Selatan 164
-
Palembang 163
-
Tangerang 125
-
Jakarta 124
-
Surabaya 114.

