Bukan Cuma Adu Berita, 32 Wartawan Se-Indonesia Siap Bertarung di Meja Biliar Pekanbaru

National-Open-Billiard-PWI-Pekanbaru.jpg
32 wartawan se-Indonesia bakal adu ketajaman bidikan dalam National Open Billiard PWI Pekanbaru (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Selama ini wartawan dikenal piawai mengejar berita, memburu narasumber, hingga adu cepat menulis peristiwa. Namun akhir pekan ini, medan pertarungannya bergeser. Bukan di ruang redaksi, melainkan di atas meja biliar.

Sebanyak 32 wartawan dari berbagai daerah di Indonesia bakal saling adu ketajaman bidikan dalam National Open Billiard PWI Pekanbaru 2026, Sabtu 12 September 2026, di Golden Break Pekanbaru.

Bukan sekadar turnamen biasa, ajang ini memperebutkan Piala Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri dengan total hadiah Rp20 juta. Lebih dari itu, turnamen menjadi panggung pertemuan wartawan dari berbagai provinsi dalam suasana kompetitif, tetapi tetap dibalut semangat persaudaraan.

Ketua PWI Pekanbaru, Andre Zaky, mengatakan turnamen biliar tersebut merupakan agenda keempat yang digelar Pokja PWI Pekanbaru untuk mendukung perkembangan olahraga, khususnya cabang biliar.

Tahun ini, skalanya dibuat lebih besar. Untuk pertama kalinya, turnamen tersebut dikemas dalam level nasional.

“Event tingkat nasional ini baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia. Alhamdulillah, PWI Pekanbaru mendapat kesempatan menjadi penyelenggara,” ujar Andre, Ahad 6 September 2026.

Persaingan dipastikan tak hanya datang dari meja biliar lokal Pekanbaru. Hingga Minggu 6 September 2026, peserta dari sedikitnya enam provinsi telah mengonfirmasi keikutsertaan.

Beberapa di antaranya berasal dari Papua Barat, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Sumatera Barat dan Sumatera Selatan. Jumlah peserta pun masih memungkinkan bertambah menjelang pertandingan dimulai.

“Jumlah peserta masih berpotensi bertambah menjelang pelaksanaan pertandingan,” kata Andre.

Dengan komposisi peserta lintas provinsi tersebut, turnamen diprediksi berlangsung sengit. Setiap pemain tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama daerah dan organisasi pers masing-masing.



Namun, bagi PWI Pekanbaru, kemenangan bukan satu-satunya target.

Turnamen mengusung tema “Dari Pekanbaru Untuk Nusantara, Satu Meja Satu Saudara”. Tema tersebut menjadi pesan bahwa olahraga dapat menjadi ruang untuk meruntuhkan sekat antardaerah. Wartawan yang sehari-hari sibuk dengan rutinitas jurnalistik kini dipertemukan dalam satu arena yang sama.

“Selain menyalurkan bakat dan hobi, tujuan utamanya adalah meningkatkan silaturahmi antar wartawan dan sesama profesi dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Andre.

Ia berharap turnamen ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan di Pekanbaru. Konsep serupa diharapkan dapat diteruskan PWI di daerah lain sehingga nantinya berkembang menjadi agenda olahraga sekaligus silaturahmi wartawan berskala nasional.

Andre juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan turnamen, termasuk Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri, Golden Break, PWI Riau, POBSI Pekanbaru, KONI Pekanbaru serta para sponsor.

Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian penting sehingga Pekanbaru bisa menjadi tuan rumah turnamen yang mempertemukan wartawan dari berbagai penjuru Indonesia.

“Mudah-mudahan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan terlaksana sesuai harapan,” harap Andre.

Dukungan terhadap turnamen juga datang dari Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri. Ia mengatakan keterlibatannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kemitraan sekaligus kedekatan dengan insan pers.

Menurutnya, olahraga memiliki kekuatan untuk mempererat hubungan yang terkadang sulit dibangun hanya melalui komunikasi formal. Apalagi, peserta datang dari berbagai provinsi dan bertemu dalam satu arena.

“Kita mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini hubungan silaturahmi semakin erat, persaudaraan semakin banyak, dan kita bisa terus saling mendukung ke depan,” tutur Ketua DPC Demokrat Pekanbaru tersebut.

Sabtu nanti, meja biliar Golden Break Pekanbaru akan menjadi arena adu strategi, konsentrasi dan ketepatan bidikan. Ada yang datang membawa ambisi menjadi juara, ada pula yang datang membawa nama daerah.

Tetapi satu hal yang ingin dibawa pulang semua peserta, yakni persaudaraan. Sebab, seperti tema yang diusung, dari Pekanbaru untuk Nusantara satu meja, satu saudara.

“Turnamen ini diharapkan menjadi awal lahirnya tradisi olahraga wartawan berskala nasional yang mampu membawa nama Pekanbaru sebagai salah satu pusat kegiatan olahraga dan silaturahmi insan pers di Indonesia,” tutupnya.