RIAU ONLINE, PEKANBARU – Warga Kota Pekanbaru kembali dihadapkan pada kualitas udara yang kurang bersahabat. Minggu 6 September 2026 pagi, kondisi udara di ibu kota Provinsi Riau terpantau berada pada kategori tidak sehat, dengan kabut asap masih terasa menyelimuti udara.
Berdasarkan pantauan IQAir pada pukul 08.41 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Pekanbaru tercatat 169 atau masuk kategori Tidak Sehat. Konsentrasi PM2.5 mencapai 92 µg/m³, sementara PM10 berada di angka 131 µg/m³.
Kondisi tersebut juga ditandai dengan adanya smoky haze atau kabut berasap. Suhu udara pagi itu tercatat sekitar 27 derajat Celsius, dengan kelembapan 74 persen dan kecepatan angin sekitar 6,5 kilometer per jam.
Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena partikel berukuran sangat kecil ini dapat terhirup dan masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.
Data BMKG pada Minggu pagi juga menunjukkan kualitas udara Pekanbaru masih berada dalam kategori tidak sehat. Pada pukul 07.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat 128,2 µg/m³.
Kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kabut asap kembali terasa di Pekanbaru sejak awal September dan kualitas udara sempat memburuk pada sejumlah waktu. Pada Sabtu 5 September 2026, misalnya pantauan IQAir pada pagi hari juga menunjukkan kualitas udara Pekanbaru berada pada kategori tidak sehat.
Berdasarkan pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup pada Minggu pagi, Pekanbaru (Tenayan Raya) masuk dalam daftar wilayah dengan kualitas udara terburuk di Indonesia, dengan ISPU tercatat 237 berdasarkan parameter PM2.5.
Dengan kondisi udara yang masih berada pada level tidak sehat, masyarakat Pekanbaru perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara.
Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika kualitas udara memburuk. Bagi warga yang harus beraktivitas di luar, penggunaan masker yang sesuai dapat membantu mengurangi paparan partikulat udara.
Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan kabut asap di Pekanbaru belum sepenuhnya berakhir. Masyarakat diimbau terus memantau perkembangan kualitas udara dan informasi resmi dari instansi terkait sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

