RIAU ONLINE, PEKANBARU - Erupsi Anak Gunung Krakatau berdampak terhadap aktivitas penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru, Riau.
Sebanyak lima penerbangan mengalami pembatalan pada Minggu, 6 September 2026. Pembatalan dilakukan menyusul penyebaran abu vulkanik (volcanic ash) akibat erupsi Anak Gunung Krakatau ke ruang udara yang dilalui jalur penerbangan.
Executive General Manager (EGM) Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Achmad, mengatakan pembatalan dilakukan sebagai langkah antisipasi demi memastikan keselamatan penumpang dan kru pesawat.
“Pembatalan penerbangan ini dilakukan guna menjaga keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat,” kata Achmad dalam keterangan resminya.
Lima penerbangan yang terdampak terdiri dari empat penerbangan rute Pekanbaru-Jakarta dan satu penerbangan dari Jakarta menuju Pekanbaru.
Berikut penerbangan yang mengalami pembatalan:
-
Pelita Air 329 rute Pekanbaru-Jakarta.
-
Citilink 937 rute Pekanbaru-Jakarta.
-
Lion Air 292 rute Cengkareng-Pekanbaru.
-
Lion Air 393 rute Pekanbaru-Jakarta.
-
Super Air Jet 919 rute Pekanbaru-Jakarta.
Pihak Bandara SSK II Pekanbaru telah berkoordinasi dengan maskapai serta instansi terkait untuk menangani penumpang yang terdampak pembatalan maupun penundaan penerbangan.
Tim operasional bandara juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan memperbarui informasi mengenai jadwal penerbangan yang terdampak erupsi Anak Gunung Krakatau.
“Kami secara rutin melakukan pembaharuan informasi terkait jadwal penerbangan yang terdampak erupsi Anak Gunung Krakatau,” ujar Achmad.
Manajemen Bandara SSK II Pekanbaru mengimbau masyarakat yang akan bepergian melalui Bandara SSK II untuk memantau status penerbangan sebelum berangkat ke bandara.
Calon penumpang juga diminta berkoordinasi langsung dengan pihak maskapai untuk mendapatkan informasi terbaru terkait jadwal dan kondisi penerbangan.
Manajemen Injourney Airports Bandara SSK II menyatakan akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan.
Pihak bandara berharap kondisi tersebut dapat segera teratasi sehingga aktivitas penerbangan dari dan menuju Pekanbaru kembali normal.

