RIAU ONLINE, PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali berupaya menghidupkan Pasar Higienis di Jalan Teratai yang selama ini terbengkalai. Pasar tersebut disiapkan untuk menampung para pedagang yang selama ini memilih berjualan di bahu jalan.
Rencana ini mendapat dukungan dari DPRD Kota Pekanbaru. Namun, dukungan tersebut disertai catatan keras: jangan sampai setelah pedagang dipindahkan, persoalan lama kembali terulang dan para pedagang kembali menguasai pinggir jalan.
Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Zainal Arifin, menilai keberadaan pasar harus menjadi solusi nyata untuk menata aktivitas perdagangan sekaligus mengurangi gangguan terhadap lalu lintas.
"Kita mendukung, menata pedagang-pedagang yang mungkin berjualan di pinggir jalan, tidak mengganggu lalu lintas dan menyebabkan kemacetan," kata Zainal, Selasa 1 September 2026.
Pasar Higienis Jalan Teratai bukan fasilitas baru. Bangunan tersebut telah lama berdiri, namun pemanfaatannya belum berjalan sebagaimana yang diharapkan.
Ironisnya, pasar itu bahkan dibangun dengan mengorbankan bangunan sekolah dasar. Setelah selesai dibangun, Pemko Pekanbaru sebelumnya juga telah mencoba mengarahkan para pedagang agar meninggalkan bahu jalan dan menempati kios di dalam pasar.
Pedagang kembali berjualan di jalan, sementara bangunan Pasar Higienis kembali sepi hingga akhirnya terbengkalai.
Kini, Pemko kembali berencana membenahi pasar tersebut sebelum digunakan untuk menampung para pedagang. DPRD berharap kesempatan kedua ini tidak berakhir dengan cerita yang sama.
Menurut Zainal, membenahi pasar tidak cukup hanya dengan memperbaiki bangunan. Pemerintah juga harus memastikan pelayanan, pengelolaan serta kualitas barang yang diperdagangkan memenuhi standar.
"Baik itu pelayanan, juga barang-barang yang mereka jual. Dari segi bentuk dan kondisinya juga harus baik. Jadi kita dukung upaya dari pemerintah," ujarnya.
Ia menilai salah satu kunci keberhasilan relokasi adalah komunikasi dan edukasi kepada pedagang. Pemko, khususnya instansi yang menangani pasar, diminta tidak sekadar memindahkan pedagang, tetapi juga melakukan pembinaan secara berkelanjutan.
"Harusnya kawan-kawan di Pemko, khususnya yang menangani pasar, bisa memberikan edukasi. Mereka ini letaknya di situ, punya tugas di situ. Jadi mereka harus paham di mana kelemahan dan kekurangannya," kata Zainal.
Politisi Partai Gerindra tersebut meminta seluruh persoalan yang menyebabkan relokasi sebelumnya gagal dievaluasi. Pemerintah harus mengetahui alasan pedagang kembali ke jalan dan mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang.
"Jangan sampai persoalan yang sama muncul lagi. Semua yang terlibat harus dibenahi," tegasnya.
Zainal juga menyoroti penggunaan anggaran pemerintah yang telah digelontorkan untuk membangun fasilitas tersebut. Ia menyayangkan jika bangunan yang semestinya memberikan manfaat bagi masyarakat justru kembali tidak digunakan secara maksimal.
"Kita sayangkan, warga kita sudah banyak mengeluarkan biaya, tapi tidak digunakan secara maksimal. Harusnya ini bisa benar-benar dimanfaatkan sebagai pasar higienis," jelasnya.
DPRD mendorong Pemko Pekanbaru tidak mengulangi pola lama. Pembenahan fisik pasar harus diikuti pengelolaan yang serius, pembinaan pedagang dan pengawasan yang konsisten.
Sebab, jika tidak, Pasar Higienis Jalan Teratai hanya akan kembali menjadi bangunan yang berdiri tanpa aktivitas, sementara pedagang kembali memenuhi bahu jalan dan persoalan kemacetan pun kembali menghantui.

