RIAU ONLINE, PEKANBARU — Kualitas udara di Kota Pekanbaru memburuk drastis sehari setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto, Senin 24 Agustus 2026. Memasuki Selasa 25 Agustus 2026 pagi, konsentrasi partikel halus PM2.5 bahkan menembus kategori berbahaya.
Berdasarkan data yang ditampilkan dalam situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru mencapai 339,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 05.00 WIB.
Tingginya konsentrasi partikel halus tersebut menunjukkan kondisi udara Pekanbaru berada pada level yang sangat mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.
Penurunan kualitas udara sebenarnya telah terjadi sejak dini hari. Pada pukul 00.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 484,3 µg/m³.
Kondisi semakin memburuk satu jam kemudian. Pada pukul 01.00 WIB, konsentrasi PM2.5 melonjak hingga 508,8 µg/m³, sebelum kemudian perlahan mengalami penurunan.
Pada pukul 02.00 WIB, konsentrasi PM2.5 masih berada di level tinggi, yakni 433,2 µg/m³. Angka tersebut kemudian berangsur turun hingga mencapai 328,9 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB.
Meski terjadi penurunan pada pagi hari, kondisi tersebut tetap menunjukkan buruknya kualitas udara di Pekanbaru. Masyarakat pun perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.
Memburuk Sejak Senin Sore
Buruknya kualitas udara Pekanbaru bukan baru terjadi pada Selasa pagi. Sehari sebelumnya, Senin 24 Agustus 2026, kualitas udara juga tercatat memburuk, terutama pada siang hingga sore hari.
Data pemantauan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2.5 pada pukul 16.00 WIB mencapai 186,1 µg/m³. Angka tersebut masuk dalam kategori Sangat Tidak Sehat, yang ditandai indikator berwarna merah pada sistem pemantauan kualitas udara BMKG.
Kondisi ini menunjukkan peningkatan konsentrasi partikel halus yang cukup signifikan sepanjang Senin.
Dengan kondisi udara yang kembali memburuk hingga masuk kategori berbahaya pada Selasa pagi, masyarakat Pekanbaru diimbau untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker dan mengurangi aktivitas di ruang terbuka menjadi langkah pencegahan yang penting selama kualitas udara belum membaik.
Kondisi kualitas udara tersebut juga menjadi perhatian serius karena terjadi hanya sehari setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Pekanbaru. Pemerintah dan pihak terkait perlu terus memantau perkembangan kualitas udara serta mengambil langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat apabila kondisi semakin memburuk.

