Kualitas Udara Pekanbaru Berbahaya, Riau Dikelilingi 447 Titik Panas

udara-pekanbaru-berbahaya.jpg
Indeks kualitas udara Pekanbaru masuk kategori berbahaya. (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali berada pada kategori berbahaya, Selasa, 25 Agustus 2026. Berdasarkan pemantauan IQAir pukul 07.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Pekanbaru mencapai 374 atau masuk kategori berbahaya.

Polutan utama yang mendominasi udara Pekanbaru adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 261,9 µg/m³. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya paparan partikulat halus di udara yang berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Dalam pantauan IQAir, kondisi cuaca Pekanbaru pada pagi hari berada pada suhu 26 derajat Celsius dengan kelembapan 82 persen. Kecepatan angin tercatat sekitar 4 kilometer per jam.

Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca, kondisi udara di Riau pada pagi hingga dini hari secara umum diprediksi kabur hingga berawan.

Hujan ringan berpeluang terjadi secara lokal di Kabupaten Kuantan Singingi pada pagi hari. Memasuki siang, hujan ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Pelalawan, dan Indragiri Hilir.

Pada sore hingga malam hari, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, Kampar, Kuantan Singingi, Siak, Indragiri Hulu, Pelalawan, serta Kota Pekanbaru.



Sedangkan pada dini hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kota Dumai.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada sore dan malam hari di sebagian wilayah Kampar, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, dan Kota Pekanbaru.

Suhu udara di Riau diprakirakan berada pada kisaran 23-34 derajat Celsius, dengan kelembapan 50-95 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam.

Di tengah kondisi udara yang buruk, aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian. Data hotspot update pukul 23.00 WIB menunjukkan terdapat 2.787 titik panas di wilayah Sumatera.

Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 1.551 titik, disusul Riau dengan 447 titik dan Jambi sebanyak 361 titik.

Di Riau, hotspot tersebar di sejumlah daerah. Pelalawan menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 174 titik, disusul Indragiri Hilir 159 titik, Bengkalis 40 titik, Indragiri Hulu 29 titik, Kampar 14 titik, Rokan Hilir 9 titik, Rokan Hulu 7 titik, Siak 6 titik, Pekanbaru 5 titik, Kepulauan Meranti 3 titik, dan Kuantan Singingi 1 titik.

Sementara itu, kondisi gelombang laut di wilayah perairan Riau diprakirakan relatif rendah dengan ketinggian antara 0,5 hingga 1,25 meter.

Dengan kondisi kualitas udara Pekanbaru yang berada pada kategori berbahaya dan masih tingginya jumlah titik panas di Riau, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan, serta membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk.