RIAU ONLINE, PEKANBARU — Ribuan lahan yang selama ini belum dimanfaatkan di tengah perkembangan Kota Pekanbaru didorong untuk menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat. Melalui Program AMAN Bertani, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berencana mengajak masyarakat mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif.
Upaya tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat kerja Komisi II DPRD Kota Pekanbaru bersama Dinas Pertanian Pekanbaru, Senin 24 Agustus 2026. Rapat digelar dalam rangka membahas usulan program kerja dan kebutuhan anggaran untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Kota Pekanbaru Tahun Anggaran 2027.
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, dr Meiza Ningsih mengapresiasi program yang diusulkan Dinas Pertanian. Menurutnya, AMAN Bertani memiliki dampak langsung terhadap masyarakat dan berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi petani.
"Saya mengapresiasi program kerja yang diusulkan Dinas Pertanian pada tahun 2027 nanti. AMAN Bertani tidak hanya bisa membangkitkan semangat para petani kita, tapi juga bisa meningkatkan roda perekonomian masyarakat," ujar Dr Meiza, Senin 24 Agustus 2026.
Melalui program tersebut, pemerintah akan mendorong pemanfaatan lahan tidur untuk berbagai komoditas pertanian. Masyarakat nantinya dapat memperoleh dukungan bibit yang disediakan pemerintah, baik untuk dikelola secara perorangan maupun melalui kelompok tani.
"Bibit yang disediakan pemerintah nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat, baik secara perorangan ataupun melalui kelompok tani. Nantinya, lahan tidur yang selama ini diabaikan akan diubah menjadi lahan produktif berkat adanya bibit gratis yang diberikan oleh Pemko Pekanbaru," kata Srikandi PKS ini.
Program AMAN Bertani rencananya akan disosialisasikan dan direalisasikan terutama di sejumlah wilayah yang masih memiliki potensi lahan pertanian, yakni Kecamatan Rumbai Barat, Rumbai Timur, Tenayan Raya dan Kulim.
Meski berstatus sebagai kawasan perkotaan, Pekanbaru masih memiliki lahan yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan pertanian. Sejumlah komoditas yang dapat dibudidayakan antara lain cabai merah, cabai rawit, kacang panjang, terong, kangkung, bayam, labu, labu siam, jagung hingga berbagai jenis buah seperti pepaya, lengkeng, matoa, jambu citra, jambu kristal, anggur, semangka dan melon.
Pada 2026, Dinas Pertanian Pekanbaru memiliki tiga program unggulan, yakni AMAN Bertani, penyediaan bibit dan pembangunan Green House. Namun, pelaksanaannya belum berjalan maksimal akibat adanya kebijakan efisiensi anggaran.
Karena itu, Komisi II DPRD Pekanbaru mendorong agar program-program tersebut dapat kembali diperkuat melalui penganggaran 2027. Pembangunan Green House, khususnya, dinilai perlu segera direalisasikan karena telah masuk dalam anggaran tahun 2026.
"Pembangunan Green House untuk pembibitan tentunya harus segera digesa oleh Dinas Pertanian karena sudah dianggarkan tahun 2026 ini," tegas dr Meiza.
Ia menilai pengembangan pertanian perkotaan bukan hanya berkaitan dengan ketahanan pangan, tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat.
Dr Meiza juga menyinggung pentingnya pengelolaan lahan secara bijak, terutama pada kawasan yang memiliki karakteristik lahan gambut. Menurutnya, pemanfaatan lahan harus tetap memperhatikan aspek perlindungan lingkungan dan ketentuan peraturan yang berlaku.
Untuk tahun anggaran 2027, Dinas Pertanian Pekanbaru mengusulkan anggaran sebesar Rp20 miliar. Nilai tersebut turun sekitar Rp2,4 miliar dibandingkan anggaran tahun 2026 yang mencapai Rp22,4 miliar.
Meski mengalami penurunan, masih terdapat sejumlah program prioritas yang akan dijalankan Dinas Pertanian pada 2027.
Salah satunya adalah rehabilitasi dan renovasi kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) di Jalan Cipta Karya. Selain itu, Dinas Pertanian juga mengusulkan pembangunan kawasan eco wisata yang ramah bagi pelajar.
Komisi II DPRD Pekanbaru berharap program-program tersebut tidak berhenti sebatas perencanaan dan penganggaran. Program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dinilai harus dikawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan.
Dengan pengelolaan yang tepat, lahan yang selama ini terbengkalai di tengah kota diharapkan dapat berubah menjadi kawasan produktif yang menghasilkan pangan sekaligus membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat Pekanbaru.

